Minggu, 20 September 2026

Solidaritas Tanpa Batas: PWI Majalengka Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis Hilang

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Minggu, 20 September 2026 | 21:07 WIB
PWI Kabupaten Majalengka ketika menggelar doa bersama, pada Sabtu (19/9/2026) (Jilly Ortega Nawacita)
PWI Kabupaten Majalengka ketika menggelar doa bersama, pada Sabtu (19/9/2026) (Jilly Ortega Nawacita)

NAWACITAPOST.COM — Gelombang solidaritas untuk lima jurnalis dan tiga kru media yang dilaporkan hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau terus mengalir dari berbagai daerah.
 
Pengurus Daerah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Majalengka menggelar doa bersama guna memohon keselamatan para insan pers yang tengah diterjang musibah tersebut.

Aksi solidaritas yang berlangsung khusyuk ini digelar di halaman Kantor PWI Kabupaten Majalengka pada Sabtu malam (19/9/2026).
 
 
Tidak hanya diikuti oleh puluhan wartawan lintas media, jajaran TNI-Polri hingga seniman lokal turut hadir menyatukan barisan.
 
Posisi ketika doa bersama digelar oleh PWI Kabupaten Majalengka pada Sabtu (19/9/2026). (Jilly Ortega Nawacita)
 
Rangkaian acara diisi dengan zikir bersama, istighosah, doa bersama, serta pembacaan puisi yang membakar semangat tentang perjuangan dan pengabdian insan pers.

Ketua PWI Majalengka, Pardi Supardi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar spiritual sekaligus wadah bagi para jurnalis di daerah untuk memanjatkan doa bagi rekan seprofesi yang berada dalam situasi kritis.
 

"Saya berharap jika beliau-beliau itu belum meninggal maka segera bisa ditemukan. Tapi kalau Allah sudah mengambil, semoga kehendaknya diberikan ketabahan," ujar Pardi di lokasi acara.

Lebih lanjut, Pardi menekankan bahwa insiden hilang kontak ini menjadi alarm keras akan besarnya risiko profesi wartawan, terutama saat menerjang zona bahaya demi menyajikan informasi bagi publik.

"Makna yang kita bisa ambil dari kegiatan ini adalah bagaimana tugas seorang jurnalis itu sangat berat dan juga bisa mengancam nyawa," tuturnya.

Meski diselimuti rasa duka dan kecemasan, Pardi berharap peristiwa ini tidak memadamkan keberanian para jurnalis di lapangan.
 
Ia mengimbau seluruh insan pers untuk menjadikan musibah ini sebagai pemicu dalam meningkatkan profesionalisme tanpa sedikit pun mengabaikan prosedur keselamatan kerja.(Jilly Ortega)

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini