Sabtu, 19 September 2026

Jejak Emas Hanati Nazara: Dari Tanah Nias Hingga Pelantikan Sang Menteri

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Sabtu, 19 September 2026 | 19:08 WIB
Ilustrasi (Ai)
Ilustrasi (Ai)

NAWACITAPOST.COM — Nama mendiang Hanati Nazara kembali membahana di panggung nasional.
 
Pelantikan sang putra, Prof. Suahasil Nazara, sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026), memantik ingatan publik atas rekam jejak legendaris sosok birokrat dan politikus ulung asal Kepulauan Nias tersebut.
 
Suahasil resmi mengemban amanat melanjutkan sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih 2024–2029 menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

Puncak karier Suahasil di tatanan eksekutif tertinggi ini menyingkap kembali lembaran sejarah pengabdian Hanati Nazara yang menancapkan fondasi kepemimpinan kokoh, baik di tingkat daerah maupun podium politik nasional.
 
 
Berdasarkan catatan resmi Pemerintah Kabupaten Nias, Hanati memegang tampuk kepemimpinan sebagai Bupati Nias periode 1981–1986, meneruskan kepemimpinan Dalimend sebelum menyerahkan estafet kepemimpinan kepada S.M. Mendrofa.

Sebelum menduduki posisi nomor satu di Kepulauan Nias, dedikasi Hanati telah teruji lewat posisi strategis sebagai Sekretaris Wilayah Daerah (Sekwilda) Nias.
 
Dalam rekam jejaknya, ia menjadi arsitek utama yang terlibat aktif merancang berbagai program pembangunan strategis kawasan pulau tersebut, dengan fokus krusial pada percepatan pembangunan serta revitalisasi jaringan pelabuhan vital guna membuka konektivitas wilayah kepulauan.

Jangkauan pengabdian Hanati tak berhenti pada ranah birokrasi pemerintahan lokal. Dunia pendidikan mencatat kiprah kepemimpinannya saat dipercaya mengemban amanah sebagai Rektor IKIP Gunungsitoli pada rentang tahun 1977 hingga 1984.
 
 
Kombinasi kepemimpinan akademis dan eksekutif ini menjadi batu pijakan kuat sebelum ia melangkah ke gelanggang politik tingkat tinggi.

Lepas dari kursi Bupati, kepemimpinan Hanati meluas ke panggung legislator Senayan. Pada Pemilihan Umum 1997, ia sukses mengamankan kursi anggota DPR RI dari Partai Golkar dan mengabdi hingga tahun 1999.
 
Pengalaman politik tersebut membawanya kembali berjuang pada Pemilu 2004 melalui Partai Demokrat dari daerah pemilihan Sumatera Utara II, meski saat itu langkahnya terhenti sebelum mencapai kursi parlemen.

Jiwa kepemimpinan dan ketokohan Hanati kembali diuji saat bencana dahsyat gempa dan tsunami melumat Nias pada akhir 2004.
 
 
Di tengah kepedulian yang mendalam terhadap tanah kelahirannya, ia dipercaya memimpin konsorsium tokoh masyarakat dan pemuka agama untuk mengonsolidasikan serta mengawal pemulihan pascabencana.

Tokoh besar asal Nias ini mengembuskan napas terakhirnya di Jakarta pada 1 Oktober 2025 dalam usia 90 tahun. Kini, tepat satu tahun setelah kepergiannya, warisan kepemimpinan dan spirit pengabdian itu bertransformasi melalui pencapaian sang putra.
 
Suahasil Nazara, yang sebelumnya meniti karier panjang sebagai Wakil Menteri Keuangan periode 2019–2024 dan 2024–2026, kini memegang kemudi kebijakan fiskal negara.
 
Mata rantai kepemimpinan dari Hanati ke Suahasil menyajikan narasi historis tentang sebuah keluarga yang mendedikasikan hidupnya untuk pembangunan bangsa, dari pelosok kepulauan hingga puncak kepemimpinan nasional.

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini