NAWACITAPOST.COM— Pemerintah Kota Bekasi mengambil langkah besar dalam mereformasi struktur tata kelola pemerintahan daerah.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, secara resmi memimpin prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap 67 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Perhelatan krusial yang sarat akan makna strategis ini dilangsungkan di Aula Nonon Sonthanie, Kompleks Perkantoran Gedung Pemkot Bekasi, pada Senin (2/11/2026).
Mutasi, rotasi, dan pengisian jabatan ini diorientasikan secara fundamental sebagai instrumen pengoptimalan organisasi pemerintahan, penguatan jejaring koordinasi lintas sektoral, serta eskalasi kinerja aparatur agar kehadiran negara semakin dirasakan langsung oleh masyarakat melalui pelayanan publik yang prima.
Sejumlah posisi vital yang menopang jalannya roda pemerintahan turut mengalami penyegaran, mencakup posisi Sekretaris Daerah (Sekda), jajaran pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, pejabat fungsional, hingga pimpinan dan jajaran direksi di lingkup BUMD.
Dalam arahannya yang sarat ketegasan, Tri Adhianto menekankan bahwa setiap insan aparatur yang hari ini menerima amanah pundak kepemimpinan harus bertransformasi menjadi lokomotif penggerak organisasi.
Mereka dituntut untuk piawai membangun komunikasi yang harmonis, terbuka, dan efektif di seluruh strata birokrasi pemerintahan.
Lebih lanjut, Tri secara khusus menyoroti posisi strategis Sekretaris Daerah (Sekda) yang memegang kendali sentral sebagai simpul utama komunikasi antara kepala daerah, wakil kepala daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta memayungi sekitar 23 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota Bekasi.
“Sekda memiliki tugas yang sangat sentral. Ia harus mampu menjembatani dan mengomunikasikan berbagai kebutuhan, sekaligus menjadi penyambung lidah bagi ASN. Yang paling penting, Sekda harus mampu menggerakkan roda organisasi Pemerintah Kota Bekasi,” ujar Tri.
Tidak sekadar mengisi kekosongan struktural, Wali Kota juga mendesak seluruh pejabat yang baru dilantik untuk menanggalkan pola kerja lama yang konservatif.
Ia menginstruksikan agar orientasi kinerja digeser sepenuhnya menuju pencapaian hasil akhir atau outcome yang nyata, bukan sekadar menggugurkan kewajiban administratif semata.
Efisiensi anggaran dan efektivitas program hanya akan tercapai melalui kedisiplinan evaluasi, ruang pembelajaran yang dinamis, serta kolaborasi lintas perangkat daerah yang solid.
“Sekarang kita harus berbicara tentang outcome, bukan hanya output. Pelajari bagaimana menyusun laporan dan mengeksekusi program. Kita harus terus mengevaluasi diri, beradaptasi, serta mengonsolidasikan program antarperangkat daerah agar efisiensi dan efektivitas benar-erwujud,” tambahnya.
Menutup arahannya, Tri Adhianto mengingatkan kembali bahwa jabatan adalah amanah yang menuntut integritas tinggi, rasa tanggung jawab moral, serta militansi semangat melayani warga.
Peningkatan kapasitas diri, tradisi berbagi pengetahuan (knowledge sharing), serta soliditas kerja sama tim dipandang sebagai kunci mutlak dalam menjawab kompleksitas tantangan pembangunan daerah ke depan.
Melalui momentum pelantikan akbar ini, Pemerintah Kota Bekasi menaruh asa besar agar mesin birokrasi kian kokoh, memiliki daya respons yang cepat dan tepat, serta mampu mempersembahkan karya nyata yang berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat Kota Patriot.
(Sumber: Siaran Pers Pemkot Bekasi)
Artikel Terkait
OTT Bencana: KPK Bekuk Sestama BNPB dan Sita Rp1,4 Miliar Plus Emas Batangan
Prahara Pengadaan Bencana: Sestama Kena OTT KPK, BNPB Janji Tak Intervensi
Sabar Bali! Wayan Koster Garansi BBM Normal, Antrean SPBU Masih Melingkar
Gemuruh Enam Jam Lahar Dingin Semeru Terjang Lumajang, Tanggul Jebol Ancam Permukiman
Air Bah Kembali Menggulung Aceh Selatan, Ratusan Warga Mengungsi