NAWACITAPOST.COM – Mengambil langkah cepat dan tegas di tengah ancaman krisis energi yang mengguncang Pulau Dewata, Gubernur Bali I Wayan Koster secara mendadak memanggil jajaran pimpinan PT Pertamina Patra Niaga dan Himpunan Wiraswasta Murni dan Minyak Gas (Hiswana Migas) ke Rumah Jabatan Gubernur di Denpasar, Senin (12/10/2026).
Langkah ketat ini diambil menyusul kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean panjang kendaraan dan kepanikan warga di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Dalam tatap muka yang berlangsung tegang tersebut, Gubernur Koster menggembleng para pengelola pasokan energi dan menuntut pembenahan mendasar pada rantai distribusi BBM secara instan.
Koster menegaskan bahwa dinamika ketersediaan energi tidak sekadar menyangkut mobilitas harian masyarakat lokal, tetapi juga menjadi taruhan besar bagi reputasi Internasional Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia.
“Pengelolaan BBM di Bali agar dilakukan secara ketat. Hal ini penting untuk menjaga kondusifitas Bali di mata masyarakat dunia,” tegas Koster di hadapan para pemangku kepentingan energi tersebut.
Penyaluran Kilat dan Kestabilan Pasokan
Mengendalikan situasi secara langsung, Koster membeberkan peta jalan pemulihan krisis yang mulai menunjukkan titik terang. Manuver distribusi dipercepat secara masif sesaat setelah kapal pengangkut pasokan utama milik Pertamina berhasil bersandar di pelabuhan Bali pada Minggu (11/10/2026).
Gubernur Koster mengonfirmasi bahwa armada armada penyalur telah dikerahkan secara serentak sejak Senin pagi guna menjangkau seluruh wilayah yang terdampak kehabisan stok.
“Hari ini mulai didistribusikan ke seluruh pelosok Bali sehingga pada sore ini masalah pasokan BBM sudah bisa diatasi,” ujar Koster optimistis.
Tak berhenti di situ, guna membentengi Bali dari potensi krisis susulan, Koster memaparkan skenario penguatan pasokan dengan mengamankan jadwal kedatangan armada kapal BBM tambahan pada Selasa (13/10/2026).
“Oleh karena itu, pasokan BBM di semua pom bensin dipastikan normal kembali,” katanya menandaskan.
Pertamina Gelontorkan 26.200 Kiloliter BBM
Merespons ketegasan Gubernur Bali, pihak PT Pertamina Patra Niaga langsung mengambil tindakan darurat dengan menyiapkan gelombang tambahan penyaluran BBM hingga mencapai 26.200 kiloliter.
Pasokan raksasa ini disalurkan secara bertahap melalui dua pintu gerbang energi vital Pulau Bali, yakni Terminal BBM Sanggaran di Denpasar dan Terminal BBM Manggis di Kabupaten Karangasem, dengan jadwal pengiriman intensif pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026.
Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa seluruh kekuatan operasional di lapangan saat ini dikerahkan secara maksimal.
Ahad menyampaikan bahwa penyaluran di lapangan terus dioptimalkan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, kesiapan operasional, serta kondisi distribusi.
Ujian Pemulihan di Tingkat SPBU
Kendati pemerintah daerah di bawah komando Gubernur Koster dan pihak Pertamina telah menetapkan tenggat waktu pemulihan secara terukur, efektivitas eksekusi di tingkat tapak masih menjadi ujian krusial.
Kecepatan truk tangki menembus jalur logistik menuju SPBU-SPBU yang tersebar di wilayah pelosok menjadi faktor paling vital.
Laporan terkait antrean panjang kendaraan yang mengular di sejumlah ruas jalan Bali masih terus membayangi, menandakan bahwa proses pemulihan butuh pengawasan melekat hingga stok benar-benar terisi penuh di dispenser setiap SPBU.
Dengan masuknya pasokan BBM skala besar secara berkala, sinergi tegas antara Pemerintah Provinsi Bali dan Pertamina diharapkan mampu menghentikan krisis ini secara permanen, sekaligus mengembalikan ketenangan masyarakat serta kenyamanan para wisatawan di Pulau Seribu Pura.
Artikel Terkait
Puncak Pengabdian Sang Teknokrat: Jejak Panjang Suahasil Nazara Menakhodai Benteng Fiskal Negara
Gebrakan Transparansi Publik: Pemkot Bekasi Ganjar Penghargaan Perangkat Daerah dan Kecamatan Terbaik
Tembus Setengah Juta Perlintasan, Imigrasi Batam Gagalkan Ribuan Pekerja Migran Nonprosedural
Dapur MBG Bermasalah Menjerit Rugi, CEO Promedia Group Tegaskan BGN Tak Boleh Tunduk
Penderitaan Warga Bali Amuk Kelangkaan BBM: Dorong Motor hingga Antre Berjam-jam