NAWACITAPOST.COM — Fajar belum sepenuhnya menyingsing ketika gelombang jamaah memadati Masjid Raya Baiturrahim, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi.
Di tengah heningnya pagi yang khusyuk, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto hadir menembus dinginnya Subuh untuk menyatu bersama ratusan warga dan tokoh agama setempat, Minggu (11/10/2026).
Kehadiran sosok nomor satu di Kota Bekasi tersebut tidak sekadar untuk menunaikan salat Subuh berjamaah, melainkan juga memimpin momentum krusial peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang sarat akan pesan spiritual dan kebersamaan.
Berdasarkan Siaran Pers Pemkot Bekasi yang diterima redaksi pada Senin (12/10/2026), kegiatan Subuh Keliling ini dirangkai secara beriringan dengan peringatan lahirnya Rasulullah SAW.
Gema sholawat yang dilantunkan secara bergemuruh oleh para jamaah membumbung tinggi, menciptakan atmosfer khidmat, hangat, sekaligus dramatis yang melingkupi seluruh sudut area masjid.
Langkah ini menjadi manifestasi nyata dari komitmen Pemerintah Kota Bekasi untuk terus mengikis sekat antara birokrasi dan rakyat.
Melalui agenda keagamaan yang menyentuh akar rumput, kebersamaan yang terjalin di atas sajadah masjid dijadikan fondasi utama dalam merawat stabilitas serta kerukunan sosial di tengah dinamika perkotaan yang dinamis.
Dalam pengarahannya yang menggugah, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa ritual Subuh Keliling melampaui batas ibadah personal.
Kegiatan ini ditujukan sebagai jembatan komunikasi langsung yang mencerminkan kedekatan tanpa jarak antara pemimpin dan warganya.
“Melalui Subuh Keliling, kita ingin terus mempererat silaturahmi dengan masyarakat. Masjid menjadi tempat yang baik untuk membangun kebersamaan, memperkuat kepedulian, dan menjaga hubungan yang harmonis antara pemerintah dengan warga,” ujar Tri.
Lebih lanjut, Tri menggarisbawahi pentingnya mentransformasi peringatan hari besar Islam menjadi aksi nyata yang berdampak langsung pada kualitas kehidupan bermasyarakat.
Ia mendorong warga Kota Bekasi agar tidak terjebak dalam perayaan yang bersifat formalitas semata, melainkan menginternalisasi nilai-nilai luhur kenabian dalam interaksi sosial sehari-hari.
“Peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga pengingat bagi kita untuk menerapkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah, seperti kejujuran, kesabaran, dan kepedulian kepada sesama. Dengan begitu, kehidupan bermasyarakat dapat semakin rukun dan harmonis,” tambahnya.
Baca Juga: Lompatan Futuristik Wuyang Honda: Skutik Bongsor NWZ150 Berteknologi Mild Hybrid Resmi Menghentak
Melalui sinergi erat antara Pemkot Bekasi, ulama, dan elemen masyarakat dalam forum Subuh Keliling serta peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, diharapkan pilar-pilar persaudaraan, toleransi, dan rasa saling mendukung di Kota Bekasi terus kokoh berdirinya demi mewujudkan tatanan kota yang damai, religius, dan sejahtera.
Artikel Terkait
Dikepung Kabut Asap Karhutla Indonesia dan Hujan Deras, F1 GP Singapura 2026 Tetap Membara
Markas Judi Online Menyusup ke KPAD Cijantung: Letkol Arman Diperiksa, KSAD Berjanji Tindak Tegas
Drama Klasemen Berlanjut: Marc Marquez Siap Hapus Keraguan di MotoGP Mandalika
Padang Diterjang Banjir Bandang Dahsyat, Arus Deras Robohkan Pagar Kompleks
Luruskan Isu Tudingan Politik, BGN Pastikan Anak Panti Asuhan Tetap Dapatkan MBG