NAWACITAPOST.COM — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang melanda wilayah Bali kian mengkhawatirkan. Jenis BBM yang biasanya mudah didapat masyarakat, mulai dari Pertalite, Pertamax, hingga Pertamax Turbo, kini sirna di sejumlah SPBU dan memicu kesulitan besar bagi aktivitas warga setempat.
Kondisi dramatis tersebut diungkapkan oleh seorang warga Bali pemilik akun TikTok @YDH. Melalui unggahannya, ia menceritakan perjuangannya menembus krisis pasokan demi mendapatkan BBM yang kini keberadaannya diibaratkan bak barang langka.
Kesulitan ini memaksa warga beralih ke varian BBM yang lebih mahal, namun hasilnya tetap nihil.
“Saya biasanya mencari Pertamax, tetapi karena sudah sangat kesulitan akhirnya saya mencari Pertamax Turbo dan ternyata Pertamax Turbo pun tidak ada,” ujar YDH dalam video tersebut yang diakses pada Selasa (13/10/2026).
Menanggapi carut-marutnya pasokan energi di Pulau Dewata, YDH menilai persoalan utama bukan bersumber dari kebijakan pemerintah daerah, melainkan hambatan pada rantai distribusi dan manajemen operasional perusahaan penyedia BBM.
“Ini sebenarnya bukan kesalahan pemerintah setempat. Masalah ini berkaitan dengan perusahaan, khususnya Pertamina. Ini merupakan urusan antara Pertamina dengan pihak ketiganya, baik distributor maupun pihak lainnya. Masalahnya berkaitan dengan pasokan mereka sendiri,” tuturnya.
Dinamika kelangkaan ini pun merembet hingga ke tingkat kepemimpinan daerah.
Baca Juga: Polresta Sidoarjo Bersama Polsek Sukodono Tindak Lanjuti Dumas Sabung Ayam di Desa Bangsri
Dalam video tersebut, YDH menyebutkan bahwa Gubernur Bali Wayan Koster telah mengambil langkah cepat dengan memanggil para pelaku usaha terkait, termasuk pihak Pertamina, untuk mengurai benang kusut distribusi pasokan yang disinyalir terkendala faktor cuaca.
Namun, ia menekankan bahwa informasi tersebut masih perlu dipastikan kembali karena merupakan penjelasan sepihak dari pihak-pihak yang terlibat.
Meskipun situasi sempat memanas, angin segar mulai berembus setelah kapal pembawa pasokan BBM dilaporkan telah bersandar di pelabuhan Bali. Kapal tersebut saat ini tengah menjalani proses bongkar muat secara intensif sebelum pasokan dialirkan kembali ke stasiun-stasiun pengisian bahan bakar.
“Setelah kapal mereka bersandar dan dilakukan bongkar muat, kondisi stok akan dipastikan aman untuk kebutuhan selama tujuh hari ke depan,” jelas dia.
Guna mencegah krisis serupa berulang di kemudian hari, pengiriman BBM tahap berikutnya dijadwalkan akan segera dilakukan secara berkala demi menjamin stabilitas pasokan energi bagi masyarakat Bali.
Artikel Terkait
Terungkap! Uang Rp17 Miliar Lenyap Misterius, Rekening Linawati Nasabah BTN Sisa Rp100
Abaikan Visual Sepintas: Tekanan Ban Rendah Mampu Picu Bahaya Pecah Ban Mendadak!
Uang Rp17 Miliar Tinggal Rp100: Linawati Nasabah BTN Berjuang Empat Tahun Menuntut Keadilan
Gemuruh Mahameru Kembali Membuncah: Gunung Semeru Erupsi Lagi, Muntahkan Abu Vulkanik Seribu Meter
Pesona Kegelapan Suzuki V-Strom SX 250 Siap Menaklukkan Medan Jelajah