NAWACITAPOST.COM — Mantan anggota DPR RI, Arisman Zagoto, pasang badan membendung gelombang isu liar yang menargetkan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
Ia secara tegas menepis tuduhan korupsi fantastis bernilai Rp500 triliun yang dialamatkan kepada jajaran Kementerian Keuangan di tengah transisi rezim pemerintahan sebagai bentuk fitnah tak berdasar.
Arisman menilai narasi kerugian negara berskala mega tersebut sama sekali tidak masuk akal jika dilihat dari struktur kewenangan birokrasi maupun logika tata kelola keuangan negara.
"Untuk meruntunnya diperlukan logika, apa untuk satu keputusan yang merugikan negara sebesar Rp500 triliun. Wamen punya kewenangan berkeputusan melampaui Menkeu sebesar itu. Lagi pula tuduhan itu dalam objek apa? kapan dan korelasinya dengan siapa?" tegas Arisman.
Mantan politisi Senayan tersebut juga mengkritik aksi pembuat isu yang dinilainya tidak menyajikan fakta terukur.
"Dalam pergantian rezim selalu ada pro-kontra, dan ibu yang mengaku ada korupsi Rp500 triliun menkeu yang baru hanya mampu joget dan tidak ada rincian dan pembuktiannya, ini masuk category fitnah," ujarnya.
Ia mengungkapkan kekhawatiran mendalam atas badai politik dan tata kelola anggaran yang kini membayangi pusat kekuasaan.
Arisman menyoroti berbagai isu krusial, mulai dari polemik program MBG dan KDMP, kejelasan peruntukan dana di Danantara, pemotongan anggaran daerah, hingga penempatan dana management cash di Bank Indonesia.
Risiko bentrokan sosial juga disebutnya kian membayangi.
"Dan hingar-bingar demo berpikir jilid yang akan muncak 15 Desember 2026 bila keputusan UU perampasan aset harta koruptor hasilnya cuma ecek-ecek," tambah Arisman.
Sebab kondisi yang kian memanas inilah, Arisman mengaku sempat menyayangkan keputusan rekan sejawatnya itu untuk bertahan di lingkaran pemerintahan.
"Terus terang jika saya ditanya dulu, sama saudaraku Bung Suahasil Nazara, saya akan katakan 'JANGAN.!!' mau berada dipusaran kekuasaan yang sedang dibalut kelam dugaan korupsi," ungkapnya.
Kendati demikian, Arisman menjamin rekam jejak Suahasil sebagai birokrat handal dan akademisi yang berintegritas tinggi.
Ia mencatat kiprah Suahasil yang telah berkontribusi sejak 2006 mendampingi Sri Mulyani, bertugas di Dewan Ekonomi Nasional, memimpin OJK, hingga menjabat posisi Wakil Menteri Keuangan. Track record positif ini, menurutnya, juga diakui oleh tokoh nasional Mahfud MD.
Di akhir keterangannya, Arisman mengajak publik mendoakan Suahasil Nazara agar tetap tangguh menghadapi tekanan politik serta terhindar dari krisis kriminalisasi.
"Ini semua tantangan berat, yang saya minta doakan Suahasil Nazara. Semoga Suahasil yang difitnah tanpa penjelasan korupsi Rp500 triliun dan memiliki kekayaan berdasar LHKPN Rp129 miliar, tidak jadi korban 'telpon kejutan disiang bolong' berikutnya," tutup Arisman.
Artikel Terkait
Jawa Barat Berduka, Mantan Gubernur Danny Setiawan Meninggal Dunia di Usia 81 Tahun
Nusron Wahid Ngaku Tak Tahu Skandal HGB Summarecon yang Seret Orang Kepercayaannya
Viral Warga Bener Meriah Kompak Bangun Jalan Rusak Pasca Bencana Banjir
Polisi Usut Motif Pelaku Penendang Wanita di Food Court Senayan City
Usai Erupsi Anak Krakatau Mereda, Muncul Fenomena 'Telur Ceplok' di Kawah Aktif