Sabtu, 29 Agustus 2026

Muktamar NU ke-35 Jadi Sorotan, PWNU Papua Pegunungan Serukan Persatuan: Jangan Dikotori Politik Pribadi

Photo Author
- Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:40 WIB

JOMBANG, NAWACITAPOST.COM — Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menjadi perhatian luas publik. Di tengah dinamika forum tertinggi organisasi tersebut, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Papua Pegunungan mengingatkan seluruh peserta agar tidak kehilangan arah dan tetap menempatkan persatuan serta kepentingan umat di atas kepentingan pribadi.

Ketua PWNU Papua Pegunungan, H Abdul Kahar Yelipele, meminta seluruh muktamirin menjaga marwah NU selama seluruh rangkaian Muktamar Ke-35 berlangsung.

Menurutnya, muktamar harus menjadi ruang untuk memperkuat organisasi, bukan justru menjadi arena pertarungan kepentingan politik pribadi yang berpotensi memicu perpecahan di kalangan Nahdliyin.

Pesan tersebut disampaikan H Kahar seusai Sidang Pleno I Muktamar Ke-35 NU di Gedung Serba Guna (GSG), Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026).

Ia mengatakan perhatian masyarakat terhadap Muktamar Ke-35 NU sangat besar. Karena itu, seluruh peserta dinilai memiliki tanggung jawab moral untuk memperlihatkan proses organisasi yang sehat, dewasa, dan mengedepankan persatuan.

“Jangan mengotori dengan kepentingan politik pribadi yang mengotori Nahdlatul Ulama,” ujar H Kahar.

NU Papua Pegunungan Tegaskan NKRI Harga Mati

Selain menyerukan persatuan dalam forum muktamar, H Kahar menegaskan komitmen PWNU Papua Pegunungan terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia juga mendorong NU di Papua terus mengembangkan Islam yang rahmatan lil alamin, yakni Islam yang membawa kedamaian, kemaslahatan, dan rahmat bagi seluruh masyarakat.

“Kami ini selalu berjuang untuk NKRI harga mati dan juga bagaimana Islam di Papua rahmatan lil alamin sehingga bisa berkembang Islam dan NU di Papua,” katanya.

Menurut H Kahar, NU memiliki posisi strategis dalam menjaga kehidupan masyarakat yang damai sekaligus memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman Indonesia.

Karena itu, semangat persatuan tersebut, kata dia, harus tercermin dalam setiap proses pengambilan keputusan di Muktamar Ke-35 NU.

PWNU Papua Pegunungan Minta PBNU Tak Hanya di Pusat

PWNU Papua Pegunungan juga menitipkan sejumlah aspirasi kepada kepengurusan PBNU yang akan datang.

Salah satunya adalah meminta PBNU meningkatkan perhatian terhadap perkembangan NU di Papua. H Kahar berharap Ketua Umum PBNU terpilih nantinya tidak hanya bekerja dari pusat, tetapi juga turun langsung melihat kondisi organisasi di wilayah Papua.

Menurutnya, kehadiran langsung PBNU penting agar persoalan yang dihadapi NU di Papua dapat dipahami secara utuh, mulai dari perkembangan organisasi hingga tantangan yang dihadapi para pengurus dan warga Nahdliyin di lapangan.

Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini