Minggu, 30 Agustus 2026

Muktamar NU ke-35 Jadi Sorotan, PWNU Papua Pegunungan Serukan Persatuan: Jangan Dikotori Politik Pribadi

Photo Author
- Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:40 WIB

“Karena tantangan yang hari ini kami hadapi, PBNU tidak pernah turun langsung melihat wilayah Papua, bagaimana perkembangannya, bagaimana tantangannya, dan bagaimana solusinya,” ujarnya.

Ia menilai pemahaman langsung terhadap kondisi daerah akan membuat program PBNU lebih tepat sasaran dan tidak berhenti pada kebijakan yang bersifat umum.

Usulkan Korwil Indonesia Timur, Papua Jadi Perhatian Khusus

Untuk memperkuat koordinasi, PWNU Papua Pegunungan juga mengusulkan pembentukan Koordinator Wilayah (Korwil) Indonesia Timur, dengan perhatian khusus terhadap Papua.

H Kahar berharap keberadaan Korwil tersebut dapat menjadi penghubung yang lebih efektif antara PBNU dengan struktur NU di kawasan Indonesia Timur.

“Kami berharap bahwa ada Korwil Indonesia Timur, Papua khususnya, harus lebih aktif dengan program ke depan nanti NU di lima tahun ke depan,” katanya.

Menurutnya, penguatan koordinasi wilayah diperlukan agar program NU dapat benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di daerah, termasuk kawasan Papua yang memiliki tantangan geografis dan sosial tersendiri.

Minta Papua Masuk Tim Formatur PBNU

Aspirasi lainnya adalah soal keterwakilan Papua dalam tim formatur PBNU.

H Kahar berharap unsur Papua dapat diberikan ruang dalam proses penyusunan kepengurusan PBNU mendatang. Menurutnya, keterwakilan tersebut penting agar suara dan kebutuhan NU di Papua tidak terlepas dari proses pengambilan keputusan di tingkat pusat.

“Lalu yang terakhir usulan kami bahwa Papua itu bisa diakomodir dalam keanggotaan tim formatur, itu harapan kami,” ujarnya.

Ia berharap keterwakilan Papua dalam tim formatur juga dapat membuka jalur komunikasi yang lebih kuat antara NU di Papua dengan PBNU.

Pada akhirnya, PWNU Papua Pegunungan berharap Muktamar Ke-35 NU tidak sekadar menghasilkan kepengurusan baru, tetapi juga melahirkan arah organisasi yang semakin solid, inklusif, dan mampu menjawab kebutuhan umat di seluruh Indonesia.

Bagi H Kahar, NU harus tetap menjadi rumah bersama bagi seluruh Nahdliyin. Persatuan organisasi harus dijaga, kepentingan umat harus dikedepankan, dan perhatian terhadap wilayah-wilayah di luar pusat kekuasaan harus diperkuat.

Termasuk Papua, yang berharap tidak hanya menjadi bagian dari peta organisasi NU, tetapi juga mendapat perhatian nyata dalam perjalanan NU lima tahun ke depan. ***

Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini