NAWACITAPOST.COM — Gelombang kejut luar biasa mendadak memecah ketenangan kawasan elite Perumahan Grand Polonia Medan, Senin (20/7) sore. Sebuah rumah mewah bertingkat tiga di Blok 3B hancur berkeping-keping akibat ledakan hebat yang memicu kepanikan luar biasa. Gemuruh ledakan yang membahana seketika mengubah hunian megah tersebut menjadi lautan puing dan reruntuhan.
Dahsyatnya kekuatan ledakan tak hanya meratakan bangunan utama, tetapi juga melumat tiga unit mobil yang terparkir di halamannya. Gelombang tekanan ( shockwave ) dari insiden ini bahkan melontarkan puing-puing hingga merusak rumah-rumah di sisi kiri, kanan, dan depannya.
Satu Korban Jiwa Dievakuasi dari Bawah Beton, Tim SAR Berpacu dengan Waktu
Dua hari pasca-kejadian, duka mendalam mulai menyelimuti lokasi. Upaya pencarian tanpa henti yang digalang Tim SAR Gabungan sejak Senin sore akhirnya membuahkan hasil tragis di tengah pekatnya malam.
"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (21/7) sekitar pukul 02.20 WIB dan langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara. Untuk identitasnya masih dalam proses pendataan dan verifikasi," ungkap Hery Marantika, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan.
Hery menegaskan bahwa dari total 7 orang yang teridentifikasi berada di lokasi saat ledakan terjadi:
-
4 Orang Selamat: Termasuk seorang balita berusia 2 tahun bernama Jeavelin, Hasan (sopir), serta seorang kurir yang berada di area sekitar.
-
1 Meninggal Dunia: Baru saja dievakuasi dari balik puing beton bertingkat tiga.
-
2 Orang Masih Hilang: Diduga kuat masih tertimbun reruntuhan bangunan.
Kini, Tim SAR Gabungan mengerahkan armada penuh dan teknologi canggih seperti drone thermal serta peralatan ekstrikasi untuk menembus celah-celah beton demi menemukan dua korban tersisa.
Misteri Penyebab Ledakan: Kebocoran Gas Bumi Ditepis PGN
Penyebab pasti ledakan dahsyat ini masih diselimuti misteri dan dalam penyelidikan intensif pihak kepolisian. Meski dugaan awal sempat mengarah pada kebocoran jaringan pipa gas bawah tanah, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk memberikan pernyataan mengejutkan.
Baca Juga: Mega Proyek Laptop Gaib: Komisi IV DPRD Pesawaran Disorot Tajam, Taji Pengawasan Dinilai Tumpul!
Area Head PGN Medan, Agus Kurniawan, menegaskan bahwa berdasarkan hasil pengukuran mendalam di area lantai satu dan dua lokasi kejadian—yang disaksikan langsung oleh instansi berwenang—alat deteksi gas menunjukkan angka 0 ppm.
"Hasil deteksi gas menunjukkan angka 0 ppm atau tidak terdeteksi adanya kandungan gas metana (gas bumi) di area kejadian," tegas Agus dalam keterangan resminya, Selasa (21/7).
Sebagai langkah antisipasi penuh, PGN telah menonaktifkan sementara aliran gas di sekitar area untuk menjamin keselamatan warga Perumahan Grand Polonia.
Artikel Selanjutnya
BREAKING NEWS: Modus Liburan Berujung Buron! Petaka ‘Turis Ilegal’ di Myeongdong, Satu Travel Terancam Ratusan Juta
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
BREAKING NEWS: Modus Liburan Berujung Buron! Petaka ‘Turis Ilegal’ di Myeongdong, Satu Travel Terancam Ratusan Juta
Skandal Amplop Cokelat di Hutan Produksi: KPK Buru Aktor Utama di Balik Seretan Kasus Menhut Raja Juli Antoni!
Sandiwara di Balik Tirai Sutra! Agus Halawa Desak Kejatisu Bongkar Megakorupsi Bencana Ratusan Miliar
Terisolasi di Perbukitan, Guru di Parigi Moutong Nekat Racik "MBG Mandiri" Demi Senyum Anak Didiknya
Plot Twist Terbesar Abad Ini: Jadi Tersangka Korupsi Kakap, Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Gandeng Hotman Paris Lawan Kortastipikor!