JAKARTA, NAWACITAPOST.COM – Tongkat kepemimpinan Bank Indonesia (BI) resmi berpindah tangan. Destry Damayanti dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2026–2031, menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri dari jabatan tersebut pada Juli 2026.
Prosesi pengucapan sumpah jabatan berlangsung di Jakarta, Rabu (2/9/2026). Destry mengucapkan sumpah di hadapan Ketua Mahkamah Agung (MA) Sunarto. Dalam agenda yang sama, Aida S. Budiman dilantik sebagai Deputi Gubernur Senior BI dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur BI untuk periode 2026–2031. Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 92/P Tahun 2026 tertanggal 1 September 2026.
Pergantian ini menjadi babak baru bagi bank sentral Indonesia setelah Perry Warjiyo meninggalkan kursi Gubernur BI. Pemerintah menerima pengunduran diri Perry pada 27 Juli 2026. Sebelumnya, Perry telah memimpin BI selama kurang lebih tujuh tahun. Setelah pengunduran diri Perry, Destry yang saat itu menjabat Deputi Gubernur Senior ditunjuk menjalankan tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI.
Ekonom Senior dengan Rekam Jejak Panjang
Destry bukan nama baru di lingkaran kebijakan ekonomi nasional. Perempuan kelahiran Jakarta tahun 1963 itu merupakan ekonom dengan pengalaman panjang di bidang ekonomi, pasar keuangan dan kebijakan publik.
Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia, kemudian meraih gelar Master of Science bidang Regional Science dari Cornell University, New York, Amerika Serikat.
Karier profesional Destry dimulai dari dunia ekonomi dan riset. Ia pernah menjadi Senior Economic Adviser Duta Besar Inggris untuk Indonesia pada 2000–2003. Setelah itu, Destry menjadi peneliti sekaligus pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 2005–2006.
Namanya semakin dikenal di sektor keuangan ketika dipercaya sebagai Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas 2005–2011, kemudian menjadi Kepala Ekonom Bank Mandiri 2011–2015. Pada 2014–2015, ia juga dipercaya memimpin Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN.
Kariernya berlanjut ke sektor penjaminan perbankan. Pada periode 2015–2019, Destry menjabat Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Pintu menuju pucuk pimpinan BI kemudian terbuka pada 2019. Destry menjabat Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia periode 2019–2026, sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Pejabat Gubernur Sementara setelah Perry Warjiyo mundur.
Kini, perjalanan panjang tersebut mencapai puncaknya. Destry resmi menjadi Gubernur Bank Indonesia perempuan pertama dan akan memimpin bank sentral hingga 2031.
Tantangan Besar Menanti Destry
Sebagai orang yang sebelumnya berada di jajaran pimpinan BI, Destry memiliki pengalaman internal yang cukup kuat untuk melanjutkan roda kebijakan bank sentral.
Dalam uji kelayakan dan kepatutan di DPR, Destry membawa visi menjadikan BI sebagai lembaga yang tetap relevan menghadapi tantangan, kredibel dalam menjaga stabilitas, sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Tugas tersebut tidak ringan. Destry harus menjaga stabilitas nilai rupiah dan inflasi, memastikan stabilitas sistem keuangan serta merespons dinamika ekonomi global, sembari menghadapi tuntutan agar kebijakan moneter turut menopang pertumbuhan ekonomi.
Pengangkatannya juga terjadi dalam situasi yang berbeda dibanding awal masa kepemimpinan Perry. Karena itu, publik akan menunggu sejauh mana Destry mempertahankan kesinambungan kebijakan BI sekaligus membawa arah baru selama periode kepemimpinannya.