JOMBANG, NAWACITAPOST.COM - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan harapan besar kepada kepemimpinan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031. Khofifah menilai NU harus semakin kuat menjalankan khidmah keumatan dan kebangsaan sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat.
Harapan tersebut disampaikan Khofifah setelah Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031.
Khofifah optimistis kepemimpinan baru PBNU mampu membawa NU semakin kuat dalam menjalankan peran strategisnya bagi umat dan bangsa. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada KH Yahya Cholil Staquf atas pengabdian selama memimpin PBNU pada masa khidmah 2021–2026.
“Atas nama Pemprov Jatim saya menyampaikan selamat dan doa terbaik kepada KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz Ketua Umum PBNU terpilih,” ujar Khofifah.
“Semoga beliau senantiasa diberikan kekuatan untuk membawa NU semakin memberikan manfaat bagi umat, bangsa dan negara,” imbuhnya.
Pemprov Jatim Siap Perkuat Sinergi dengan NU
Khofifah menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap memperkuat sinergi dengan PBNU melalui berbagai program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, terdapat banyak ruang kolaborasi antara Pemprov Jatim dan NU, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat hingga penguatan ekonomi umat.
“Pemprov Jawa Timur siap berkhidmat dan bersinergi bersama Nahdlatul Ulama. Banyak hal yang bisa dikolaborasikan, terutama dalam membangun kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi umat, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan kehidupan sosial dan keagamaan,” katanya.
Khofifah menilai kekuatan NU yang memiliki akar sosial kuat di tengah masyarakat menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan Jawa Timur. Karena itu, sinergi pemerintah dan NU diharapkan mampu melahirkan program yang semakin konkret dan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Khofifah: Soliditas Harus Jadi Kekuatan NU
Selain mendorong kolaborasi, Khofifah menitipkan pesan penting kepada kepemimpinan baru PBNU agar menjaga soliditas organisasi dan mengayomi seluruh elemen Nahdlatul Ulama.
Ia mengingatkan bahwa perbedaan pandangan merupakan bagian dari dinamika organisasi. Namun, setelah keputusan diambil, seluruh elemen NU harus kembali mengedepankan persatuan dan ukhuwah.
“Soliditas dan persatuan harus menjadi kekuatan utama agar NU semakin besar manfaatnya bagi umat dan bangsa. Perbedaan pandangan merupakan bagian dari dinamika organisasi, tetapi setelah keputusan diambil, mari bersama-sama menjaga persatuan dan memperkuat ukhuwah,” tuturnya.
Menurut Khofifah, soliditas menjadi semakin penting bagi NU dalam menghadapi perubahan sosial yang berlangsung cepat. NU diharapkan tidak hanya mampu menjaga kekuatan internal organisasi, tetapi juga terus hadir memberikan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Moderasi Islam NU Dinilai Penting Jaga Persatuan