JOMBANG, NAWACITAPOST.COM — Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, memasuki titik penting. Hasil tabulasi suara menetapkan sembilan ulama peraih suara terbanyak sebagai anggota Ahlul Halli wal ‘Aqdi (AHWA).
AHWA memiliki posisi strategis dalam mekanisme kepemimpinan NU karena sembilan ulama tersebut akan bermusyawarah untuk menetapkan Rais Aam PBNU masa khidmah 2026–2031 serta menjadi bagian penting dalam proses penentuan Ketua Umum PBNU.
Tabulasi dilakukan secara terbuka melalui enam bilik/panel penghitungan, dengan total 4.703 suara yang diberikan kepada 34 nama ulama hasil usulan dari PWNU, PCNU dan PCINU.
Berikut sembilan anggota AHWA terpilih:
- KH Nurul Huda Djazuli (Ploso) — 485 suara atau 10,31%
- TGK KH Nuruzzahri Yahya — 477 suara atau 10,14%
- AG Dr. KH Baharuddin HS, MA — 392 suara atau 8,34%
- KH Miftachul Akhyar — 350 suara atau 7,44%
- KH Afifuddin Muhajir — 339 suara atau 7,21%
- KH Anwar Iskandar — 326 suara atau 6,93%
- KH Anwar Manshur (Lirboyo) — 303 suara atau 6,44%
- Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj — 273 suara atau 5,80%
- Dr. KH Abun Bunyamin, MA — 268 suara atau 5,70%.
Persaingan di posisi teratas berlangsung cukup ketat. KH Nurul Huda Djazuli hanya unggul delapan suara dari TGK KH Nuruzzahri Yahya, masing-masing 485 dan 477 suara.
Rangkaian penghitungan berlangsung melalui enam panel dengan rincian suara yang masuk masing-masing 642, 864, 855, 936, 718, dan 688 suara.
Penetapan sembilan anggota AHWA ini menjadi salah satu tahapan paling menentukan dalam Muktamar ke-35 NU. Setelah tabulasi rampung, para anggota AHWA dijadwalkan menjalankan mekanisme musyawarah untuk menetapkan Rais Aam masa khidmah 2026–2031 dan memproses agenda pemilihan Ketua Umum PBNU.
Muktamar ke-35 NU berlangsung di Jombang pada 27–31 Agustus 2026. Forum ini menjadi ruang permusyawaratan tertinggi NU untuk menentukan arah organisasi sekaligus merumuskan berbagai keputusan strategis bagi periode mendatang.
Dengan terbentuknya AHWA, perhatian Muktamirin kini beralih pada siapa yang akan dipilih menjadi Rais Aam dan Ketua Umum PBNU 2026–2031. Sembilan kiai tersebut kini memegang peran penting dalam menentukan wajah kepemimpinan NU lima tahun ke depan. ***