Selasa, 1 September 2026

Bak Lautan Api, Karhutla Tumbang Nusa Kalteng Membara dan Ancam Jembatan Utama

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Selasa, 1 September 2026 | 09:09 WIB
Kebakaran besar di kawasan Tumbang Nusa, Kalimantan Tengah hingga membuat langit berwarna merah. (Threads/naomy_ummuhanan)
Kebakaran besar di kawasan Tumbang Nusa, Kalimantan Tengah hingga membuat langit berwarna merah. (Threads/naomy_ummuhanan)

NAWACITAPOST.COMKebakaran hutan dan lahan (karhutla) hebat melanda kawasan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng). Peristiwa yang memuncak sejak Minggu (30/8/2026) malam tersebut mengubah langit malam menjadi merah membara bagaikan lautan api dan mengancam infrastruktur vital di wilayah tersebut.

Amukan si jago merah yang melahap area di sekitar Jembatan Tumbang Nusa direkam dan dibagikan oleh warga di media sosial Threads. Selain memicu asap pekat, kobaran api yang kian membesar bahkan dilaporkan telah merembet dan membakar kabel listrik yang melintang di atasnya.

“Ini kebakaran terjadi sekitar waktu Maghrib. Kabupaten di Kalteng ada 13 dan semua penuh dengan asap. Masing-masing punya titik api di tiap kabupaten,” tulis keterangan narasi dalam unggahan akun Threads @naomy_ummuhanan pada Minggu (30/8/2026).
 

Jeritan minta bantuan juga terdengar dari perekam video yang berada di lokasi kejadian.

“Jembatan Nusa menyala abangku. Tambah pula kabutnya ini,” ucap perekam video dalam unggahan tersebut.

“Bantu kami memadamkan api ini, tolong bantu kami. Ini Minggu, 30 Agustus 2026, seperti lautan api. Please bantu kami,” tulisnya lagi.

Pemilik akun tersebut turut memberikan apresiasi dan doa kepada tim gabungan serta para relawan yang berjuang keras di garis depan pertempuran melawan karhutla.
 

“Semoga mereka di Kalteng ini diberi kesehatan dan kekuatan terus karena mereka pejuang yang sesungguhnya. Berhadapan dengan api langsung mana sambil menghirup asap,” ujarnya.

“Mereka juga ninggalin anak-istri di rumah demi tanggung jawab, semoga mereka sehat dan nggak kekurangan apa pun,” imbuhnya.

Senada dengan hal itu, keprihatinan juga diungkapkan oleh akun @ahmadramadana11 yang memperlihatkan kondisi terkini di sekitar jembatan.

“Bak lautan api di malam hari, ini kondisi jembatan Tumbang Nusa di Pulau Pisau, Kalteng. Api sudah menjalar ke kabel listrik dan setiap hari ada titik api baru di wilayah Kalimantan, tidak ada tindak tegasnya ini,” ungkapnya.
 

Di tengah situasi kritis, para petugas pemadam kebakaran di lapangan berpacu dengan waktu untuk memadamkan kobaran api. Keterbatasan sumber air menjadi salah satu tantangan paling berat yang harus dihadapi.

“Mencari posisi yang pas untuk memadamkan api,” tulis akun @hairiadwan dalam unggahannya yang dikutip pada Senin (31/8/2026).

Selain mengandalkan upaya pemadaman darat, para petugas kini hanya bisa berharap bantuan cuaca agar hujan deras segera mengguyur wilayah tersebut.

“Ya Allah, kami berharap segera hujan. Ngambil air pun jauh ke danau dulu,” sambungnya.
 

Menanggapi bencana tersebut, Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalteng mengonfirmasi bahwa kebakaran besar pada Minggu malam merupakan eskalasi dari titik api yang sebelumnya sudah menyala di kawasan tersebut.

“Tumbang Nusa jadi salah satu perhatian kami, kejadian tadi malam merupakan proses lanjutan dari api yang sudah menyala,” ujar Kepala Pelaksana BPBPK Kalteng, Ahmad Toyib kepada awak media di Palangka Raya, Senin (31/8/2026).

Ahmad Toyib menjelaskan, proses pemadaman di lapangan menemui sejumlah kendala teknis dan alam. Selain keterbatasan personel, kondisi medan yang ekstrem serta letak titik api yang membahayakan keselamatan jiwa membuat petugas tidak dapat memaksakan diri mendekati pusat api.

Sebagai langkah antisipasi, petugas memfokuskan strategi pada penbasahan di sekitar kawasan Tumbang Nusa serta menyiagakan armada mobil pemadam kebakaran guna menghalau pergerakan api agar tidak merusak bangunan Jembatan Tumbang Nusa.
 

Berdasarkan catatan statistik Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla Kalteng per 30 Agustus 2026, total akumulasi karhutla di seluruh wilayah Kalimantan Tengah telah mencapai 2.222 kejadian dengan total luas area terbakar menembus 6.358,71 hektare.
 
Khusus untuk wilayah Kabupaten Pulang Pisau—lokasi kawasan Tumbang Nusa berada—tercatat sebanyak 54 kejadian karhutla dengan hangusnya area seluas 378,88 hektare.

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

AHWA Sepakat, Gus Kikin Resmi Nahkodai PBNU 2026-2031

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:10 WIB