Rabu, 2 September 2026

Update Kasus MBG Ponpes Manba'ul Hikam: Pengasuh Tepis Isu Korban Jiwa

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Rabu, 2 September 2026 | 18:12 WIB
Kasus dugaan keracunan MBG di Ponpes Manba'ul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur. (Threads/vivinsy24)
Kasus dugaan keracunan MBG di Ponpes Manba'ul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur. (Threads/vivinsy24)

NAWACITAPOST.COM — Pihak Pondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur, akhirnya buka suara memberikan klarifikasi resmi terkait kasus dugaan keracunan massal usai santri menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
 
Selain memastikan kondisi santri kian membaik, pihak ponpes menepis keras rumor liar terkait adanya korban jiwa dan tuduhan sumber keracunan berasal dari dapur internal.

Insiden ini mendadak menyita perhatian publik setelah potongan video evakuasi ratusan santri menuju sejumlah rumah sakit viral di media sosial. Gelombang rumor pun menyebar cepat, termasuk klaim bahwasanya insiden tersebut telah menelan korban jiwa.
 

Peristiwa nahas itu bermula pada Selasa, 1 September 2026. Sebanyak 1.010 porsi menu MBG yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah dibagikan sekitar pukul 12.00 WIB untuk siswa Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Manba’ul Hikam.
 
Paket makanan tersebut berisi nasi putih, telur orak-arik, tumis buncis baby corn, tempe bumbu Bali, dan buah apel.

Sekitar pukul 16.00 WIB, ratusan santri mendadak mengeluhkan gejala mual, pusing, muntah, diare, hingga sesak napas. Pihak pengurus ponpes bergerak cepat menghubungi layanan ambulans dan melarikan sekitar 500 santri ke delapan rumah sakit di Sidoarjo, yaitu RSUD Notopuro Sidoarjo, RS Siti Hajar, RSU Aisyiyah Siti Fatimah, RS Delta Surya, RS Pusura, RS Pusdik Bhayangkara Porong, RS Arafah Anwar Medika, dan RS Anwar Medika.

Manajemen Ponpes Manba’ul Hikam mengonfirmasi bahwa penanganan medis telah berjalan optimal dan sebagian besar santri kini sudah kembali ke asrama.
 

“Sebagian besar dari mereka bahkan sudah kembali ke pondok pesantren dalam kondisi yang sehat dan stabil, sementara beberapa lainnya masih dalam pemantauan pemulihan akhir,” ungkap pihak Ponpes Manba’ul Hikam dalam keterangan yang dirilis melalui akun Instagram @mahikasidoarjo pada Rabu, (2/9/2026).

Dalam rilis resmi yang sama, pihak ponpes menegaskan bahwa isu miring yang menyebutkan adanya korban meninggal dunia adalah tidak benar.

“Informasi miring yang beredar di luar, adalah kabar bohong mengenai adanya korban jiwa,” lanjutnya.

Bupati Sidoarjo, Subandi, yang turun langsung menjenguk para korban di rumah sakit turut memperkuat pernyataan pihak pesantren.
 

“Kalau sudah sembuh, tak suruh pulangkan. Dan tidak ada bahasa yang meninggal, itu tidak ada. Semua pasien tertangani dengan baik. Kalau ada berita meninggal, itu hoax,” jelas Subandi.

Selain meluruskan isu korban jiwa, pengasuh Ponpes Manba'ul Hikam juga membantah tudingan yang mengarahkan telunjuk ke fasilitas dapur mereka sendiri.

“Terkait berbagai informasi miring yang beredar di luar, khususnya kabar bohong mengenai adanya korban jiwa atau tuduhan bahwa sumber keracunan berasal dari dapur internal pondok, kami pastikan bahwa berita tersebut adalah hoax sepenuhnya,” tegas pihak ponpes.

Pihak pesantren mengimbau para wali santri dan masyarakat luas untuk tidak mudah terprovokasi oleh kabar burung yang belum terverifikasi kebenarannya.
 

“Untuk pembaruan informasi yang akurat mengenai kondisi para santri, silakan merujuk langsung pada pengumuman resmi dari pihak pengasuh pondok pesantren,” tukasnya.

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini