NAWACITAPOST.COM — Drama pelarian seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga nekat kabur dari rombongan open trip di Korea Selatan kini memasuki babak baru yang kian memanas. Femas Yani Arianto, pria asal Madiun yang mendadak hilang di tengah gemerlap kawasan belanja Myeongdong, Seoul, mulai terdeteksi keberadaannya. Namun, pelariannya justru mengungkap tabir modus baru perburuan kerja ilegal hingga aksi 'kucing-kucingan' dengan aparat setempat.
Kasus ini mendadak gempar setelah diunggah oleh akun Instagram dan Threads @sarjanabackpacker. Pihak agensi travel bahkan menggelar imbalan menggiurkan—paket liburan gratis ke Malaysia dan Singapura—bagi siapa saja yang berhasil menemukan dan melaporkan posisi Femas kepada otoritas Korea Selatan.
Berdalih Beli Sepatu, Tour Leader Terkecoh
Hilangnya Femas di Korea Selatan dirancang begitu rapi tanpa meninggalkan kecurigaan sedikit pun. Menurut kronologi yang dibagikan pendiri agen travel, Muhammad Fariz Ragil Ramadhani, Femas dikenal sebagai pribadi yang amat pendiam selama perjalanan.
Baca Juga: Polemik di Dunia Pendidikan Bekasi Memanas! Alimudin Kritik Keras Pengalihan Status PPPK Non-Guru
"Tidak ada tanda-tanda sama sekali. Tour Leader satu kamar dengannya... Bahkan ditanya berkali-kali apakah ada kesulitan, semuanya terlihat normal," ungkap Fariz dalam unggahannya.
Petaka dimulai pada Jumat (17/7/2026) malam. Berdalih ingin melihat-lihat sepatu di kawasan perbelanjaan ternama Myeongdong, Femas pamit berjalan-jalan sendirian. Sejak detik itu, Femas bak ditelan bumi—ia tak pernah kembali ke hotel, memutus seluruh kontak telepon maupun obrolan pesan singkat, hingga memaksa tim travel melapor ke pihak berwenang.
Sempat Kerja Pabrik Krom, Resign dalam Sehari karena 'Capek'
Unggahan direct message (DM) dari sesama WNI di Korea Selatan memperlihatkan bahwa pasca-menghilang, Femas bergerak menuju wilayah Ansan dan Siheung—dua kawasan yang dikenal sebagai kantong pekerja migran.
Ironisnya, Femas diketahui sempat mencoba mengadu nasib secara instan. Ia kedapatan bekerja di sebuah pabrik krom di wilayah Siheung-oido. Namun, kerasnya medan pekerjaan rupanya tak sesuai bayangannya. Hanya bertahan satu hari, Femas memutuskan untuk resign mendadak dengan alasan "capek".
Baca Juga: KDM Ajak Orangtua Batasi Penggunaan Gawai pada Anak Demi Kesehatan
Tak berhenti di situ, ia juga terdeteksi berkeliaran di depan warung sembako Batavia, menanyakan lokasi basecamp warga daerah asalnya serta komunitas organisasi kemasyarakatan demi mencari tempat berlindung.
Sembunyi di Masjid, Polisi Korea Selatan Terhalang Aturan
Keberadaan Femas kini kian menyudut. Ia dilaporkan kerap menginap dan beristirahat di sebuah masjid di kawasan Ansan. Untuk menyamarkan identitasnya kepada sesama WNI, Femas memberikan keterangan berubah-ubah—mulai dari mengaku pemegang Visa E-9 (penempatan kerja resmi EPS), skema Government to Government (G2G) fishing, hingga akhirnya mengaku kabur dari rombongan travel.
Aparat kepolisian Korea Selatan sebenarnya telah mengendus lokasi Femas di masjid tersebut. Namun, proses penangkapan membentur tembok hukum dan etika lokal:
-
Kendala Tempat Ibadah: Polisi tidak dapat sembarangan menerobos dan melakukan penindakan di dalam rumah ibadah.
-
Status Pelanggaran: Kasus Femas saat ini masih dikategorikan sebagai pelanggaran administratif keimigrasian, bukan tindak pidana kriminal umum.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.Artikel Selanjutnya
19 Tahun Pesawaran: Hilal Kemakmuran yang Redup di Tengah Boikot Politik dan Pusaran Korupsi
Tags
Terkini
Parkir Pegawai Dialihkan ke Stadion Patriot, Wali Kota Bekasi Siapkan Rencana Gedung Parkir 8 Lantai untuk Pemkot Bekasi.
Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:22 WIB Flyover Bulak Kapal Segera Dibangun, Ganti Rugi 32 Bidang Tanah Menyusul Cair Pekan Depan
Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:19 WIB Pemkot Bekasi Digitalisasi Peluang Investasi dan Program CSR Lewat SI-BALAI KEREN.
Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:14 WIB BCFM 2026 Catat Pendapatan Ratusan Juta, Fashion Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Bekasi.
Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:08 WIB DLH Kota Bekasi Evakuasi Bangkai Ikan Sapu-Sapu di Kali Bekasi, KP2C Beri Apresiasi.
Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:02 WIB Kecelakaan Mobil Listrik Wuling Binguo di Tol Ancol, Lalu Lintas Sempat Tersendat.
Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:59 WIB Bea Cukai Bogor Sita 240 Ribu Batang Rokok Ilegal di Tol Sentul Barat, Potensi Kerugian Negara Rp179 Juta
Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:43 WIB Kasus RSU Pratama Nias Rp38,55 Miliar: Dua Hakim Anggota Sakit, Sidang Ditunda
Senin, 19 Oktober 2026 | 23:04 WIB Donat Produksi Warga Binaan Rutan Surabaya Jadi Produk Unggulan, UMKM Sidoarjo
Senin, 19 Oktober 2026 | 15:52 WIB Pemkot Bekasi Gandeng PT Hassana Hijau, Dorong Pengelolaan Sampah Anorganik Berbasis Digital
Senin, 19 Oktober 2026 | 13:35 WIB Rakernas HIMNI VII 2026 di Jakarta Mengusung Tema “Tantangan Menuju Nias Pulau Impian”
Senin, 19 Oktober 2026 | 12:34 WIB Pemkab Nias Barat Matangkan Verifikasi Koperasi Merah Putih, Dua Desa Siap Diperiksa
Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:27 WIB Kapolri di Hadapan Ulama Jatim: Penegakan Hukum Harus Berkeadilan, Sinergi Kamtibmas Diperkuat
Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:37 WIB Imigrasi Catat 17.597 Penindakan hingga September 2026, Perkuat Pengawasan Berbasis Digital
Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:56 WIB RI 2 Kunjungan Kerja Ke PT Insera Sena Di Sidoarjo Jawa Timur
Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:13 WIB Bupati Nias Barat Temui Wamen KP, Bidik Penguatan Kampung Nelayan dan Budidaya Perikanan
Jumat, 16 Oktober 2026 | 22:08 WIB Imigrasi Indonesia Raih PNBP Rp 8,68 Triliun, Lampaui Target 2026 pada Pertengahan Oktober
Jumat, 16 Oktober 2026 | 10:17 WIB Bank Mandiri Perluas Akses Investasi Emas Lewat ATM Emas Terintegrasi Livin’
Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:14 WIB Kunjungan Kerja Dr (H.C) Zulkifli Hasan Mentri Koordinator Bidang Pangan RI Di KDKMP Waru Sidoarjo
Kamis, 15 Oktober 2026 | 15:47 WIB
Artikel Terkait
19 Tahun Pesawaran: Hilal Kemakmuran yang Redup di Tengah Boikot Politik dan Pusaran Korupsi
Dramatis! Pertaruhkan Nasib Warga Kampung Belian, DPRD Kota Batam Gelar RDPU Skala Besar demi Keadilan Lahan
Gebrakan Parlemen Batam: Komisi IV DPRD Dorong Pariwisata Naik Kelas demi Dongkrak Ekonomi Rakyat!
Bukan Lagi Penonton di Tanah Sendiri: Membedah Cetak Biru Gerakan "Betawi Naik Kelas"
Breaking News: Nekat Melompat ke Laut Malam Buta, Pemudik Asal Adonara Hilang di Perairan Pulau Pemana