Dilema Komunitas dan Langkah KBRI
Pelarian Femas turut memicu dilema besar di lingkaran pekerja migran non-prosedural. Warga lokal menyebutkan bahwa penangkapan secara masif di area basecamp berisiko terseretnya WNI ilegal lainnya. Karena itu, koordinasi intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul menjadi satu-satunya jalan keluar resmi.
Masyarakat dan komunitas WNI di Korea Selatan kini diimbau untuk terus menyebarkan foto Femas agar pabrik-pabrik lokal tidak menerima Femas bekerja, sekaligus mempersempit ruang gerak pelariannya.
Artikel Terkait
19 Tahun Pesawaran: Hilal Kemakmuran yang Redup di Tengah Boikot Politik dan Pusaran Korupsi
Dramatis! Pertaruhkan Nasib Warga Kampung Belian, DPRD Kota Batam Gelar RDPU Skala Besar demi Keadilan Lahan
Gebrakan Parlemen Batam: Komisi IV DPRD Dorong Pariwisata Naik Kelas demi Dongkrak Ekonomi Rakyat!
Bukan Lagi Penonton di Tanah Sendiri: Membedah Cetak Biru Gerakan "Betawi Naik Kelas"
Breaking News: Nekat Melompat ke Laut Malam Buta, Pemudik Asal Adonara Hilang di Perairan Pulau Pemana