NAWACITAPOST.COM – Jerit tangis seorang anak kelas 2 SD pecah menyambut kepulangan jenazah sang ayah di rumah duka. Sang ayah, pria berinisial KD, meregang nyawa usai dikeroyok massa di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali, akibat dituduh mencuri ayam aduan. Tak hanya menganiaya korban hingga tewas, warga juga membakar sepeda motor miliknya pada Jumat dini hari (24/7/2026).
Di balik tragedi berdarah tersebut, tersimpan duka mendalam dan pengakuan memilukan dari sang istri, Putu Dewi Suryantini. Dengan mata sembap, ia menceritakan bahwa suaminya sudah tiga hari tidak pulang ke rumah sebelum kabar duka itu menghampirinya.
"Enggak berpamitan, dia udah enggak pulang 3 hari. Mungkin karena enggak punya uang untuk bayar SPP, bayar sekolah anak saya. Suami saya mungkin cari uang untuk bayar sekolah anak, bayar Rp2,7 juta," tutur Putu Dewi dengan nada bergetar.
Baca Juga: Gandeng KPK, Pemprov Jabar Bentengi Pejabat dan Keluarga dari Praktik Korupsi
Putu Dewi menjelaskan bahwa mereka menanggung tiga orang anak, di mana dua di antaranya masih menempuh pendidikan di tingkat 1 SMK dan 2 SD—anak bungsu yang videonya menangis pilu menanti kedatangan jenazah sang ayah hingga viral di media sosial.
Pihak keluarga sendiri baru mengetahui nasib naas KD dari laporan kerabat. Made Parta, salah satu anggota keluarga, mengaku langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan rumah sakit usai menerima informasi adanya korban pengeroyokan di Baturiti.
Polisi Tetapkan 5 Orang Tersangka
Menanggapi aksi main hakim sendiri yang berujung maut ini, Kepolisian Resor (Polres) Tabanan bergerak cepat. Lima orang warga berinisial MJ, WS, KB, ML, dan ND telah resmi ditetapkan sebagai tersangka.
Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati, menegaskan bahwa penyidikan masih terus berjalan dan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus pengeroyokan brutal tersebut.
Baca Juga: Gubernur KDM Gelar Sayembara Tangkap Penjahat Jalanan Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di Jabar
"Kami belum bisa menyampaikan peran masing-masing karena masih dilakukan pendalaman. Lima orang inilah yang berdasarkan alat bukti sementara telah kami tetapkan sebagai tersangka," tegas AKBP I Putu Bayu Pati dalam konferensi pers di Mapolres Tabanan, Minggu (26/7/2026).
Artikel Terkait
Ngeyel Ditegur Satpam Bundaran HI, Oknum Polisi Pengemudi Alphard Ditindak Propam
Bukan Hanya Rompi Pink, Ini Alasan 'Istimewa' Eks Jampidsus Febrie Ditahan KPK
Langit Kuningan Memerah, Kebakaran Besar Hantam Pabrik Triplek Sampora!
Duka di Ibu Kota Baru: Jubir Otorita IKN Ditemukan Meninggal Dunia
Viral Kasus Pengeroyokan hingga Tewas di Bali: Tangis Pilu Sang Anak Menggema!