NAWACITAPOST.COM — Pekik merdeka dan aroma bunga tabur menyelimuti tanah bersejarah Sasak Kapuk, Bekasi Utara, Minggu (17/8/2026). Di balik khidmatnya Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kota Bekasi bersama jajaran TNI, Polri, dan DPRD menggelar prosesi sakral napak tilas untuk menolak lupa atas tragedi pertumpahan darah yang pernah membumihanguskan wilayah tersebut demi mempertahankan kemerdekaan.
Momentum bersejarah ini ditandai dengan hadirnya Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe bersama Tri Adhianto yang didampingi para istri, Wuri Handayani Harris Bobihoe dan Wiwiek Hargono Tri Adhianto, dalam balutan kebaya nasional. Peringatan tahun 2026 ini terasa amat istimewa karena setelah 81 tahun berlalu, kunci sejarah Sasak Kapuk akhirnya dibuka kembali sebagai bagian dari penghormatan atas perjuangan heroik rakyat Bekasi.
Sejarah mencatat, Tragedi Sasak Kapuk meletus pada 29 November 1945 saat Laskar Rakyat pimpinan Pahlawan Nasional KH Noer Ali bersama TKR pimpinan M. Hasibuan nekat menghadang gempuran pasukan sekutu. Sulit menembus benteng pertahanan rakyat, tentara sekutu kemudian membalas dengan menurunkan armada tempur tercanggih pada 13 Desember 1945 hingga menyulap Kota Bekasi menjadi lautan api.
Baca Juga: Detik-Detik Mencekam Gempa NTT: Wisatawan Pulau Padar Saling Berpegangan Menahan Guncangan
Guna mengabadikan riwayat pertempuran maha dahsyat tersebut, Pemerintah Kota Bekasi menegaskan komitmennya untuk mengukir sejarah itu secara permanen.
“Kita hadir di sini di momentum HUT RI ke-81 untuk menghormati jasa para pahlawan yang telah berjuang mempertahankan kemerdekaan. Bekasi punya sejarah panjang perjuangan, para pejuang yang dipimpin oleh tokoh ulama sekaligus pahlawan nasional KH Noer Ali," ujar Abdul Harris Bobihoe.
Ia menggarisbawahi bahwa langkah nyata akan segera direalisasikan di titik pertempuran tersebut.
”Pemerintah Kota Bekasi akan membangun monumen di Sasak Kapuk sebagai simbol penghormatan dan bukti nyata bahwa perjuangan para pahlawan Bekasi tidak akan pernah dilupakan," tegasnya.
Tak berhenti pada penghormatan masa lalu, arena sejarah itu juga dijadikan benteng perlawanan masa kini. Abdul Harris Bobihoe menyerukan aksi kolaborasi total demi membentengi generasi muda dari ancaman zaman modern.
“Bersama kita kolaborasi. Pemerintah, ulama, dan tokoh masyarakat kita jaga generasi penerus kita dari ancaman narkoba, pornografi, dan pengaruh LGBT,” tegas Wawali Harris Bobihoe.
Lewat momen emosional di HUT ke-81 RI ini, pembukaan kunci Sasak Kapuk dan rencana pembangunan monumen baru diharapkan tak sekadar menjadi ritual tahunan, melainkan pemantik semangat kebangsaan generasi muda agar terus menghargai darah dan keringat para pahlawan.
Artikel Terkait
Dapur MBG di Mojokerto Meledak Lalu Terbakar, Enam Jiwa Jadi Korban!
Padangsidimpuan Menjerit! Adnan Buyung dan Saut MT Bongkar Skandal Rapat Mewah DPRD
Gebrakan 100 Hari PKN Kalbar: Rombak Kepengurusan hingga Akar Rumput demi UMKM
NTT Mencekam: Gempa M 7,7 Guncang Flores, Peringatan Tsunami Sempat Menyala!
Skandal Dapur MBG Gempar: Demi Murah, Oknum Diduga Nekat Berburu Telur Busuk!