Senin, 28 September 2026

EaSWAM 2026 Tuntaskan Tiga Hari Agenda, 500 Dokter dan 100 Industri Estetika Berkumpul di Surabaya

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Senin, 28 September 2026 | 21:17 WIB

 

SURABAYA, NAWACITAPOST.COM — Surabaya kembali menjadi titik temu perkembangan kedokteran estetika nasional. 14th East Java Seminar and Workshop in Aesthetic Medicine (EaSWAM) 2026 yang berlangsung 25–27 September 2026 di Dyandra Convention Center Surabaya tidak hanya menghadirkan seminar, tetapi juga mempertemukan pendidikan medis, praktik klinis, teknologi dan industri estetika.

Memasuki penyelenggaraan ke-14, EaSWAM mengusung pendidikan estetika yang menekankan keselamatan pasien, anatomi, penanganan komplikasi, pencegahan risiko serta penerapan pendekatan berbasis bukti. Penyelenggara juga menyesuaikan materi dengan karakteristik pasien Asia, termasuk persoalan kulit masyarakat Indonesia. 

Capaian kegiatan tahun ini cukup besar. Sekitar 500 dokter mengikuti rangkaian EaSWAM 2026. Peserta berasal dari berbagai bidang yang berkaitan dengan estetika medis, termasuk dokter estetika, dokter kulit dan dokter bedah plastik.

Selain komunitas dokter, kegiatan ini juga mempertemukan sekitar 100 perusahaan yang terlibat dalam exhibition dan ekosistem industri estetika. Angka tersebut disampaikan dr. Kevin Stevano dalam keterangannya mengenai pelaksanaan EaSWAM 2026.

Kehadiran ratusan dokter dan puluhan perusahaan membuat EaSWAM tidak sekadar menjadi forum transfer pengetahuan, tetapi juga ruang bertemunya perkembangan teknologi medis dengan kebutuhan praktik klinis.

Dari teori ke praktik

Salah satu kekuatan EaSWAM 2026 adalah format pembelajarannya. Program resmi SWAM mencatat adanya sejumlah sesi live demo, seminar ilmiah dan Gallery Workshop yang memberikan kesempatan kepada peserta melihat penerapan teknik serta pendekatan klinis secara lebih konkret. 

Materi yang dibahas juga cukup luas, mulai dari anti-aging dan longevity medicine, regenerasi rambut dan kulit, pigmentasi, laser, filler, thread lift, body contouring hingga GLP-1.

Pada sesi Blueprint of Anti-Aging, misalnya, peserta mendapatkan materi mengenai rekayasa regenerasi dermal melalui collagen biostimulation. Sementara materi lain membahas kombinasi laser, filler dan teknologi energi untuk peremajaan wajah.

Isu keselamatan juga mendapatkan porsi besar. Salah satu sesi secara khusus membahas “The Life Threatening Moment at The Point of Your Beauty Finger”, termasuk pengalaman kasus estetika berat, pengenalan dini vascular occlusion serta protokol penanganan komplikasi filler. 

Ada pula sesi “Mastering Danger Zones: Safe Anatomy for Thread Lift and Filler” yang mengangkat aspek anatomi dan area berisiko dalam tindakan thread lift maupun filler.

Pesan tersebut sejalan dengan tujuan penyelenggaraan yang disampaikan dr. Kevin Stevano. Menurutnya, peningkatan kemampuan dokter harus berjalan bersamaan dengan peningkatan kewaspadaan terhadap komplikasi.

“Tujuan dari seminar ini meningkatkan kemampuan para peserta yang bergerak di bidang estetika medis menjadi lebih baik. Kedua, memiliki kewaspadaan terhadap segala macam bentuk komplikasi dan tindakan pencegahan terhadap hal-hal yang tidak diinginkan jika terjadi kepada pasien,” ujar Kevin.

Ia berharap penguatan kompetensi tersebut dapat mendorong kedokteran estetika Indonesia semakin maju dan mampu berkompetisi di tingkat global.

“Harapannya, kedokteran estetik di Indonesia dapat menjadi lebih maju dan dapat bersaing di dunia global,” katanya.

Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini