Rabu, 4 November 2026

Subulussalam dan Aceh Selatan Lumpuh, Ribuan Rumah Terendam Banjir Bandang

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Rabu, 4 November 2026 | 20:57 WIB
Salah satu kondisi permukiman di Aceh yang masih tergenang banjir setelah hujan deras dan luapan sungai. (Sumber: BPBA Aceh)
Salah satu kondisi permukiman di Aceh yang masih tergenang banjir setelah hujan deras dan luapan sungai. (Sumber: BPBA Aceh)

NAWACITAPOST.COM  — Badai kepedihan belum usai di Serambi Mekkah. Hingga Rabu, 4 November 2026, amukan air bah akibat curah hujan ekstrem yang memicu luapan sungai besar masih melumpuhkan aktivitas warga di sejumlah kabupaten di Provinsi Aceh.
 
Ribuan rumah terendam, sementara ratusan jiwa harus meninggalkan kediaman mereka demi mencari keselamatan di tengah kepungan lumpur dan arus deras.

Berdasarkan data resmi Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, bencana hidrometeorologi ini tidak hanya merusak kawasan pemukiman, tetapi juga menghancurkan infrastruktur vital dan lahan pencaharian warga yang bermula sejak akhir Oktober lalu.
 

Ribuan Rumah dan Fasilitas Umum Tenggelam di Subulussalam

Di Kota Subulussalam, terjangan air bah melanda 23 desa yang tersebar di tiga kecamatan berbeda akibat meluapnya aliran Sungai Lae Souraya dan Sungai Rikit menyusul hujan berintensitas tinggi sejak Sabtu, 24 Oktober 2026.

Kepala Pelaksana BPBA Bahron Bakti menyampaikan rincian kerusakan masif tersebut dalam laporan resmi dari Banda Aceh, Selasa (3/11).

“Dampak material 2.255 unit rumah, lalu jalan desa, lahan dan kebun pertanian, sekolah serta tempat ibadah terendam banjir,” ungkap Bahron.
Selain ribuan rumah yang terendam, bencana ini memaksa 32 kepala keluarga mengungsi. Meskipun di beberapa titik di Kecamatan Sultan Daulat debit air mulai menunjukkan tanda-tanda surut, genangan air tinggi masih bertahan di permukiman warga di Kecamatan Rundeng dan Longkib.
 

Ratusan Warga Aceh Selatan Dievakuasi Pakai Perahu Karet

Situasi pelik turut dirasakan warga di Kabupaten Aceh Selatan. Luapan sungai yang merendam kawasan Trumon Raya sejak akhir Oktober hingga awal November terus meluas, memaksa petugas bergerak cepat melakukan evakuasi darurat menggunakan perahu karet.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Selatan Mudatsir memaparkan kondisi mutakhir di lapangan yang mencatat ratusan warga harus kehilangan tempat tinggal sementara.

“Banjir di kawasan Trumon Raya terus meluas. Jumlah warga yang mengungsi tercatat mencapai 205 jiwa. Sedangkan warga terdampak sebanyak 794 jiwa,” tutur Mudatsir, merinci dampak bencana yang melanda tiga gampong di Kecamatan Trumon dan Trumon Tengah tersebut.

Siaga Darurat dan Pemantauan Ketat

Menanggapi eskalasi bencana ini, personel gabungan BPBD terus dikerahkan di lapangan untuk melaksanakan operasi evakuasi, pendataan kerugian, serta pemantauan intensif terhadap fluktuasi ketinggian air.
 

Kendati sebagian wilayah mulai mengalami penyusutan genangan, pemerintah dan otoritas kebencanaan mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan rawan, untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra. Ancaman kenaikan debit air susulan masih mengintai seiring potensi turunnya hujan deras di daerah hulu.

Hingga Rabu, 4 November 2026, pendataan lanjutan masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan, membuka kemungkinan adanya penyesuaian data korban terdampak maupun pengungsi seiring perkembangan situasi darurat yang dinamis.(***)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Tiarsin

Tags

Artikel Terkait

Terkini