NAWACITAPOST.COM — Penderitaan warga Kalimantan Selatan (Kalsel) seolah tak dibiarkan reda. Di tengah kepungan kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian mencekik pernapasan, masyarakat di berbagai daerah kini harus menghadapi cobaan berlapis: krisis air bersih yang parah.
Senin (12/10/2026) pagi, atmosfer di sejumlah wilayah Kalsel tampak legam dan memutihkan pandangan. Warga beramai-ramai mengunggah potret kelam daerah mereka yang diselimuti kabut asap tebal di media sosial.
“Parah banget nih keluar tadi niat beli kue ke pedagang keliling buat sarapan ternyata bikin engap, padahal cuma 2 meter keluar dan akhirnya pas masuk langsung kunci pintu,” tulis akun Threhapp@hap******_.
Baca Juga: Skandal Rp17 Miliar BTN Memanas: Linawati Bongkar Puluhan Buku Rekening dan Kartu ATM Misterius
Di daerah Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, kondisi krisis udara berada pada tingkatan yang sangat mengkhawatirkan. Tangkapan layar angka Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menunjukkan skala ekstrem yang membahayakan jiwa.
“Kabut asap Senin pagi, 12 Oktober 2026 di sekitar Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan. Indeks Standar Pencemaran Udara 1819 (Berbahaya),” tulis pemilik akun Threads @tau******r.
Ia merinci betapa getirnya situasi di jalanan yang terpapar langsung oleh pekatnya racun udara. “Aroma udara seperti bau arang panas, menyengat. Saat di lampu merah, saya melihat penjaja koran batuk-batuk hingga muntah,” lanjutnya.
Rasa keprihatinan mendalam juga disuarakan oleh warga lainnya yang mengkhawatirkan nasib penduduk di sekitar episentrum kebakaran.
“Hari ini Kalimantan Selatan, Banjarmasin yang wilayah kota agak jauh dari titik api udah sepekat ini. Bau asap udah nusuk banget, gimana mereka yang dekat hutan atau deket dengan titik api?” tulis akun Threads @jih*******i.
Lumpuhnya Akses Air di Tengah Kepungan Asap
Namun, tak hanya kabut asap yang menggerogoti kualitas hidup warga Kalsel. Di saat napas tersedak jelutong dan arang, fasilitas dasar masyarakat justru melumpuh. Krisis air bersih menerjang pemukiman warga akibat terputusnya distribusi pipa utama.
“Ujian warga Banjarbaru ga sudah-sudah. Cobaan segala elemen sudah kita cobain. Mulai dari asap, udara, listrik, dan sekarang air. Kabarnya PDAM mati sampai 13 Oktober 2026,” tulis pemilik akun Threads @ayu********d.
Dalam unggahannya, ia menyertakan bukti dokumen berupa surat edaran berkop UPTD Balai Pengelolaan Air Minum Banjarbakula. Surat resmi tersebut menerangkan telah terjadi kebocoran pipa jaringan sejak Jumat (9/10/2026).
Imbas dari kerusakan tersebut, gangguan suplai air bersih dari PDAM diperkirakan berlangsung hingga Selasa (13/10/2026) seiring proses penyambungan dan pemasangan pipa pengganti yang masih berjalan.
Wilayah yang terdampak mencakup area luas, seperti Martapura, Banjarbaru, Landasan Ulin, Liang Anggang, Trikora, Tatah Belayung, Tatah Pelatar, Berntung Baru, hingga Tembikar Kanan.
“Kami Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” tulis keterangan resmi dalam dokumen tersebut.
Perjuangan Berburu Air hingga Titik Nadir
Putusnya alir instalasi PDAM membuat ribuan rumah tangga terdesak. Warga terpaksa merogoh kocek untuk membeli air tangki swasta, namun ketersediaan stok yang kian menipis membuat banyak keluarga harus gigit jari.
“Dari hari Sabtu air mati total dan gak ada stok di tandon. Dari hari Sabtu sampai hari Minggu udah ngechat orang yang jualan air bersih sampai 32 orang dan masih gak dapat juga,” aku akun Threads @nrl********h pada Minggu (11/10/2026).
Upaya mencari bantuan ke lembaga penanggulangan bencana pun menemu jalan buntu lantaran sarana pendukung publik turut mengalami kegagalan fungsi.
“Sampai di titik minta ke BPBD tapi mereka juga kesulitan karena hydrant banyak yang mati, gokil banget ujian tinggal di Ibu Kota Kalsel. Jujur di era ini saya stress banget,” tukasnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga Kalsel masih bertahan di bawah bayang-bayang racun udara dan tandon air yang mengering, menunggu langkah nyata pemulihan dari pihak-pihak berwenang.
Artikel Terkait
Terungkap! Uang Rp17 Miliar Lenyap Misterius, Rekening Linawati Nasabah BTN Sisa Rp100
Abaikan Visual Sepintas: Tekanan Ban Rendah Mampu Picu Bahaya Pecah Ban Mendadak!
Uang Rp17 Miliar Tinggal Rp100: Linawati Nasabah BTN Berjuang Empat Tahun Menuntut Keadilan
Gemuruh Mahameru Kembali Membuncah: Gunung Semeru Erupsi Lagi, Muntahkan Abu Vulkanik Seribu Meter
Pesona Kegelapan Suzuki V-Strom SX 250 Siap Menaklukkan Medan Jelajah