Kamis, 5 November 2026

Ribuan Prajurit Siaga Tiga, TNI Kerahkan 20.980 Personel Bergerak Menuju Jakarta

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Kamis, 5 November 2026 | 19:11 WIB
Ilustrasi sejumlah prajurit TNI dalam kegiatan pengamanan dan kesiapsiagaan militer di wilayah ibu kota. (Sumber: Promedia)
Ilustrasi sejumlah prajurit TNI dalam kegiatan pengamanan dan kesiapsiagaan militer di wilayah ibu kota. (Sumber: Promedia)

NAWACITAPOST.COM — Sebanyak 20.980 personel TNI dikerahkan ke Jakarta dalam beberapa tahap pada 2 dan 4 November 2026. Pengerahan pasukan besar-besaran dari berbagai wilayah ini dilakukan untuk memperkuat pengamanan dan kesiapsiagaan di ibu kota.

Penggerakan pasukan melintas daerah tersebut tercantum dalam Surat Telegram Panglima TNI Nomor STR/96/2026 tertanggal 2 November 2026. Pergerakan melibatkan sejumlah satuan, di antaranya Korps Marinir, Komando Armada I dan II, serta pangkalan TNI Angkatan Laut yang diberangkatkan dari Bandung, Cirebon, Lampung, Malang, hingga Banyuwangi.

Pengerahan mendadak puluhan ribu prajurit ini menyedot perhatian publik lantaran waktunya berdekatan dengan pengungkapan kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menyeret tiga jenderal Polri sebagai tersangka—termasuk mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
 

Merespons riak spekulasi di masyarakat, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Muhammad Nas menegaskan bahwa pergerakan ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan rutin dan berada dalam status Siaga 3, yakni tingkat kesiapsiagaan dasar di mana aktivitas satuan tetap berjalan normal.

“Pengerahan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan TNI untuk kesiapsiagaan. TNI dituntut selalu siap setiap saat,” kata Nas.

Ia juga mengimbau publik agar tidak menghubungkan pengerahan personel tersebut dengan isu-isu lain, serta memastikan kondisi tetap aman tanpa ada hal yang perlu dikhawatirkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Tunggul membenarkan adanya pergeseran personel dari matra laut. Selain menjalankan tugas negara dan menjaga stabilitas keamanan, pengerahan pasukan tersebut juga bagian dari persiapan latihan militer skala penting.
 

Agenda latihan mencakup Operasi Pendaratan Khusus di Tanjung Burung dan Tanjung Pasir, Tangerang, serta latihan Tembus Gelombang di Rancecet, Pandeglang.

Meski momen pergerakan pasukan berlangsung secara bersamaan dengan penetapan perwira tinggi Polri sebagai tersangka dugaan penyadapan ilegal, TNI belum menyatakan pengerahan personel tersebut berkaitan dengan kasus hukum tersebut maupun potensi aksi demonstrasi.

Hingga saat ini, alasan resmi yang disampaikan secara terbuka oleh institusi TNI murni untuk kesiapsiagaan satuan, penguatan pengamanan wilayah, dan persiapan latihan militer.(***)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Tiarsin

Tags

Artikel Terkait

Terkini