NAWACITAPOST.COM — Sebanyak 20.980 personel TNI dikerahkan ke Jakarta dalam beberapa tahap pada 2 dan 4 November 2026. Pengerahan pasukan besar-besaran dari berbagai wilayah ini dilakukan untuk memperkuat pengamanan dan kesiapsiagaan di ibu kota.
Penggerakan pasukan melintas daerah tersebut tercantum dalam Surat Telegram Panglima TNI Nomor STR/96/2026 tertanggal 2 November 2026. Pergerakan melibatkan sejumlah satuan, di antaranya Korps Marinir, Komando Armada I dan II, serta pangkalan TNI Angkatan Laut yang diberangkatkan dari Bandung, Cirebon, Lampung, Malang, hingga Banyuwangi.
Pengerahan mendadak puluhan ribu prajurit ini menyedot perhatian publik lantaran waktunya berdekatan dengan pengungkapan kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menyeret tiga jenderal Polri sebagai tersangka—termasuk mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Baca Juga: Benteng Fiskal RI Diguncang Eskalasi Global, Suahasil Nazara Pastikan APBN Jadi Shock Absorber
Merespons riak spekulasi di masyarakat, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Muhammad Nas menegaskan bahwa pergerakan ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan rutin dan berada dalam status Siaga 3, yakni tingkat kesiapsiagaan dasar di mana aktivitas satuan tetap berjalan normal.
“Pengerahan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan TNI untuk kesiapsiagaan. TNI dituntut selalu siap setiap saat,” kata Nas.
Ia juga mengimbau publik agar tidak menghubungkan pengerahan personel tersebut dengan isu-isu lain, serta memastikan kondisi tetap aman tanpa ada hal yang perlu dikhawatirkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Tunggul membenarkan adanya pergeseran personel dari matra laut. Selain menjalankan tugas negara dan menjaga stabilitas keamanan, pengerahan pasukan tersebut juga bagian dari persiapan latihan militer skala penting.
Baca Juga: FGD Badan Pengkajian MPR RI: Yasonna Laoly Tegaskan Kedaulatan Rakyat Bukan Slogan Semata
Agenda latihan mencakup Operasi Pendaratan Khusus di Tanjung Burung dan Tanjung Pasir, Tangerang, serta latihan Tembus Gelombang di Rancecet, Pandeglang.
Meski momen pergerakan pasukan berlangsung secara bersamaan dengan penetapan perwira tinggi Polri sebagai tersangka dugaan penyadapan ilegal, TNI belum menyatakan pengerahan personel tersebut berkaitan dengan kasus hukum tersebut maupun potensi aksi demonstrasi.
Hingga saat ini, alasan resmi yang disampaikan secara terbuka oleh institusi TNI murni untuk kesiapsiagaan satuan, penguatan pengamanan wilayah, dan persiapan latihan militer.(***)
Artikel Terkait
YLBHI Kecam Penyadapan Prabowo oleh Eks Kapolri, Desak Aktor Pengendali Diusut Tuntas
Misteri Busi Motor Hitam: Ancaman Tersembunyi yang Lumpuhkan Jantung Pacu
Nusron Wahid Datang Mendadak ke KPK Tanpa Jadwal Pemeriksaan Usai Mangkir
"Brak!" Roda SUV Jaecoo J5 EV Lepas, Gegerkan Warga Tanah Abang
Kilas Balik Perjalanan Karier Eks Kapolri Listyo Sigit Prabowo