Majalengka, NAWACITAPOST.COM - Atlet Nasional Paralympic Committe Indonesia Kabupaten Majalengka Peraih Medali Perunggu PEPARDA VI Jawa Barat tahun 2022 banyak memiliki beragam cerita Suka Duka.
Mumu Muhari (26) sang atlet tuna daksa itu memiliki beragam cerita menarik yang belum terungkap selama menjadi kebanggaan Kota angin ini.
Saat ditemui di kegiatan Workshop Jurnalistik yang diselenggarakan Sanggar Debu Jalanan, Mumu Muhari menyampaikan cerita pengalaman perjalanannya sebelum dirinya terpilih dan berhasil mendapatkan piala pada Kegiatan Pekan Paralimpik Daerah beberapa tahun lalu.
Diungkapkannya, meski kondisi fisik kekurangan, dirinya mengaku tidak pernah merasa minder ketika mengenyam bangku sekolah.
"Jadi anggapan saya itu normal aja Mau jalan sama siapapun Ya saya mah normal gitu," ujar Mumu Muhari, Minggu (06/10/2024).
Rasa optimis yang begitu besar dimiliki atlet NPCI Majalengka itu, setelah lulus mengeyam pendidikan Madrasah Tsanawiyah Negeri (Mts N) itu pernah mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan ketika hendak masuk ke salah satu SLTA Negeri di Majalengka.
"Ditolak, Ya disuruh Masuk SLB katanya. Jadi saya nya ngambek lah disitu, udah lah gak mau sekolah lagi. Ya fisik seperti ini, tapi kan otak normal," ungkapnya.
Ditengah kegamangan itu, Mumu mendapat perhatian serius dari rekan rekan NPCI Majalengka untuk ikut berlatih, dengan harapan menjadi atlet mengikuti PEPARDA.
Selama hampir satu tahun setengah, dirinya berlatih pada cabang olahraga renang dengan hasil mampu menghantarkan nya mendapatkan prestasi.
"Saya hampir satu tahun setengah berlatih dibimbing pelatih. Akhirnya terpanggil ikut PEPARDA dan Alhamdulillah mendapatkan medali perunggu," ucapnya.
Wujud kegigihannya, dia juga mengajak kepada seluruh kaum disabilitas untuk tetap semangat dan punya optimis dalam menjemput impian.
"Tetap semangat lah Lebih baik tangan di atas daripada tangan di bawah. Dengan keterbatasan apapun Kamu pun bisa Berprestasi," tandasnya.(Defri Ardiansyah)