NAWACITApost.com - Umrah adalah salah satu bentuk ibadah utama dalam agama Islam. Beberapa orang memilih "Umrah backpacker" untuk menjalankan ibadah ini karena berbiaya rendah.
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas mengatakan pihaknya tak melarang masyarakat Indonesia untuk mengikuti rangkaian ibadah umrah backpacker. Sebab menurutnya semua orang bebas berpergian ke luar negeri.
Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi konsep "Umrah backpacker" dan bagaimana Anda dapat menjalankan perjalanan Umrah dengan kesederhanaan.
Pengertian Umrah Backpacker?
Secara bahasa, umroh artinya berkunjung. I’tamara al-bait, berarti mengunjungi Baitullah. Sedangkan a’marahu, berarti menjadikan dirinya sebagai orang yang mengerjakan umroh. Al-Mu’tamir, berarti pengunjung yang menyimpan maksud tertentu.
Jadi, makna umroh adalah berkunjung, menyengaja, dan menjadikan tempat yang patut untuk mengerjakan ibadah umroh. Meskipun sama-sama mengunjungi Baitullah, namun umroh memiliki perbedaan dengan haji, seperti waktu pelaksanaannya.
Sementara itu, "Umrah backpacker" adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan pengalaman perjalanan Umrah dengan anggaran terbatas. Ini berarti, Anda merencanakan perjalanan Anda dengan memprioritaskan keefektifan biaya, kesederhanaan, dan mandiri.
Umrah backpacker tidak selalu mengikuti paket wisata mahal. Namun sebaliknya, Umrah backpacker adalah perjalanan mandiri yang menggabungkan komponen spiritualitas dengan penghematan anggaran.
Namun karena kamu akan mengurusnya sendiri, maka kamu perlu mengetahui apa saja yang perlu diurus baik di Indonesia maupun di Arab Saudi. Kamu juga harus tahu hal-hal apa yang harus dilakukan saat umroh. Akan lebih baik juga kalau kamu membawa sedikit barang agar tidak kerepotan.