Rabu, 4 November 2026

Pelaku Mutilasi Ibu dan Anak di Madiun Pelajari Cara Membunuh hingga Siasati Polisi Lewat ChatGPT

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Rabu, 4 November 2026 | 18:21 WIB
ChatGPT Dipakai Pelaku Mutilasi Madiun, Pelajari Cara Eksekusi hingga Antisipasi Pemeriksaan Polisi
ChatGPT Dipakai Pelaku Mutilasi Madiun, Pelajari Cara Eksekusi hingga Antisipasi Pemeriksaan Polisi

SURABAYA, NAWACITAPOST.COM - Dugaan pembunuhan berencana terhadap seorang ibu dan anak berusia empat tahun di Kota Madiun, Jawa Timur, terungkap telah dipersiapkan secara matang. Tersangka DBM (40) bahkan diduga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) ChatGPT untuk mempelajari teknik menghabisi nyawa korban hingga menyusun skenario menghadapi pemeriksaan polisi.

Fakta tersebut diungkap penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur (Jatim) setelah mendalami keterangan tersangka dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap DH (30), istri sirinya, dan AGF (4), anak korban.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaidi Jumhur mengatakan, tersangka mulai mencari informasi mengenai metode pembunuhan sekitar satu minggu sebelum peristiwa yang terjadi pada 20 September 2026.

Pencarian itu tidak hanya berkaitan dengan cara mencekik korban. Tersangka juga mempelajari peralatan yang akan digunakan untuk menghilangkan jasad korban.

"Satu minggu sebelumnya tersangka browsing cara mencekik, tekniknya bagaimana. Dia juga mencari alat mesin dan belajar melalui ChatGPT dari AI," kata Jumhur di Surabaya, Rabu (4/11/2026).

Tidak berhenti pada persiapan eksekusi, tersangka juga diduga mempelajari kemungkinan pertanyaan yang akan diajukan penyidik apabila perbuatannya terbongkar.

Menurut Jumhur, tersangka bahkan menyiapkan skenario jawaban untuk mengantisipasi pemeriksaan kepolisian. Hal itu semakin menguatkan dugaan bahwa pembunuhan terhadap korban pertama, yakni DH, telah direncanakan sebelumnya.

"Dia pelajari semua skenario. Kalau polisi menanyakan ini, jawabannya ini. Jadi sudah jelas sekali perencanaan terhadap korban pertama, ibunya," ungkapnya.

Diduga Susun Skenario hingga Hancurkan Jasad Korban

Dalam pengungkapan perkara ini, polisi menemukan rangkaian tindakan yang diduga dilakukan tersangka untuk menghilangkan jejak kejahatan.

Setelah menghabisi nyawa korban, tersangka diduga memutilasi, membakar, kemudian menghaluskan jasad menggunakan mesin penggiling. Sebagian sisa tulang korban ditemukan penyidik saat melakukan penggeledahan di pekarangan rumah.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aksi tersebut. Di antaranya gergaji portabel, cangkul, sekop, tali, bahan bakar jenis dexlite, mesin penggiling, serta dua kendaraan berupa Mitsubishi Pajero dan Suzuki Karimun.

Jumhur juga memastikan penyidik tidak menggunakan alat pendeteksi kebohongan atau lie detector dalam pemeriksaan tersangka.

Menurut dia, keterangan yang disampaikan DBM dinilai sudah cukup untuk didalami dan dicocokkan dengan bukti-bukti yang ditemukan penyidik.

" Tidak sampai ke sana karena pertanyaan kita sudah pas dan jawaban dia sudah kami cek," ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Tags

Terkini