"Jadi kira-kira paham lah apa yang dibutuhkan oleh teman-teman wartawan dan konteks penyampaian informasi, maka hari ini pun kita sudah menyiapkan materi, sebagai press release yang akan disampaikan kepada teman-teman media, untuk dibantu disampaikan ke publik, kepada masyarakat," tutur Romza.
Baca Juga: Peristiwa Penggelembungan Suara Terus Bergulir, Bawaslu Nganjuk Undang Pelapor, Saksi dan Terlapor
Masih bersama Romza, release tersebut kaitannya dengan progres pelaksanaan penyusunan PPS, kemudian juga dengan soal pencalonan, dan juga tentang penetapan calon terpilih kaitannya dengan kewajiban menyampaikan LHKPN.
"Beberapa teman-teman wartawan sudah bertanya, jadi nanti kita sampaikan dengan press release, saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman media, utamanya kepada Pak Eka Wisnu Wardhana atas kehadirannya di KPU Kabupaten Nganjuk, semoga beliau betah walaupun di tempat yang berkipas dan tidak ber-AC," kata Romza.
Romza menjelaskan, tempat memang disengaja memilih di sini, karena berdasarkan aspirasi sebagian teman-teman media, supaya bisa smoking, kalau di dalam tidak bisa smoking, jadi ini bagian dari wujud KPU melayani," terangnya dengan nada gembira.
Baca Juga: Terkait dengan Penggelembungan Suara di Dapil Tiga, KPU dan Bawaslu Nganjuk Turun Gunung
Di tempat yang sama Eka Wisnu Wardhana perwakilan dari KPU Jawa Timur dalam sambutannya mengatakan, bahwa kehadiran dirinya merupakan request, jadi hari ini kami memang minta untuk diundang, kalau ada media gathering supaya bisa bertatap muka, bersilaturahmi dengan para awak media atau wartawan dan jurnalis di Kabupaten Nganjuk.
"Intinya supaya kami bisa menyampaikan perkembangan terkait Pemilihan Gubernur (Pilgub), karena, jujur saya melihat potensi media ini dalam memberikan sosialisasi, baik itu Pemilihan Bupati (Pilbup) Nganjuk, maupun Pilgub Jawa Timur, sangat besar," ucap eks KPU Kediri 2 periode yang akrab disapa Wisnu.
Wisnu menambahkan, apalagi saya melihat dinamika di Nganjuk ini sangat seksi, dibandingkan beberapa wilayah daerah sekitar, kita berharap dengan dinamika yang seksi ini, juga berdampak pada partisipasi dorongan pemberitaan Pilkada Kabupaten Nganjuk maupun Pilgub Jawa Timur.
"Artinya kami memohon kepada bapak ibu insan media, sama-sama memberikan pemberitaan yang minimal kalau tidak Fifty - Fifty atau 50 - 50, ya 60 - 40 atau paling tidak 70 - 30, sama-sama begitulah kira-kira, karena memang juga ini dengan kondisi politik yang sangat seksi," imbuhnya.
Lanjut Wisnu, saya agak khawatir sebelum pemberitaan pilgub itu, cenderung kalah dengan pemberitaan Pilkada Kabupaten Nganjuk, sebenarnya ini bukan tanpa alasan, tapi memang karena dari setiap Pilkada itu selalu dibarengkan Pilgub sama Pilbup-nya.
"Saya tadi sempat melihat data partisipasi terakhir itu ternyata lebih tinggi Pilgub dibandingkan pilbup, namun waktu itu dinamikanya tidak seseksi sekarang," ujarnya.
Baca Juga: Peristiwa Dugaan Penggelembungan Suara Berpotensi Pidana, Mantan Ketua Komisi A Buka Suara
Wisnu mengatakan, pada forum media gathering ini memberikan gambaran bahwa, pada Pilkada serentak ini merupakan Pilkada serentak yang sungguh luar biasa, Nganjuk punya pengalaman disetiap Pilkada serentak itu yang sama, mulai tahun 2014, tahun 2018 yaitu dibarengkan dengan Pilgub.
Artikel Terkait
Perbedaan Antara APS dan APK, Ketua KPU Nganjuk: APS Hanya Gambar dan Nama
Terkait dengan Penggelembungan Suara di Dapil Tiga, KPU dan Bawaslu Nganjuk Turun Gunung
Peristiwa Penggelembungan Suara Terus Bergulir, Bawaslu Nganjuk Undang Pelapor, Saksi dan Terlapor
Kasus Penggelembungan Suara Terus Berproses, Pengacara Sukomoro Penuhi Undangan Bawaslu Nganjuk Atas Nama Partai Demokrat
Penggelembungan Suara di Dapil 3 Surabaya, Perindo Tuntut PSU
Tuntas Sudah Kajian Bawaslu Tentang Peristiwa Dugaan Penggelembungan Suara di Kertosono, Ini Endingnya
Tuntasnya Kajian Bawaslu Nganjuk, Hamid Effendy Aktivis LSM LKHPI: Bongkar Motifnya
Peristiwa Dugaan Penggelembungan Suara Berpotensi Pidana, Mantan Ketua Komisi A Buka Suara
Peristiwa Dugaan Penggelembungan Suara di Kertosono Terus Jadi Perbincangan, Ini Kronologi dan Fakta Hingga Motif
Ratusan Orang Geruduk Kantor Bawaslu Nganjuk, Ini yang Terjadi