Senin, 20 Juli 2026

Dosen UGM Diintimidasi Doxxing Usai Kritik Kementerian PU, Kampus Pasang Badan!

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Senin, 20 Juli 2026 | 10:33 WIB
Viral dugaan intimidasi kepada salah satu dosen FH UGM. (Instagram/law.ugm)
Viral dugaan intimidasi kepada salah satu dosen FH UGM. (Instagram/law.ugm)

NAWACITAPOST.COM — Sebuah gelombang ancaman mengerikan menerpa kebebasan akademik di Indonesia. Nabyla Risfa Izzati, seorang dosen tangguh dari Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM), tiba-tiba menjadi sasaran teror psikologis yang masif setelah menyuarakan kritik tajam di media sosial terkait isu mutasi pegawai di Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Bukan sekadar gertakan sambal, ruang privasi sang dosen dikoyak habis. Nabyla dihujani ancaman lewat nomor tak dikenal yang menuntut penghapusan cuitannya. Tak main-main, pelaku melakukan tindakan doxxing ekstrem dengan membongkar data paling sensitif korban: Alamat rumah, NIK, tanggal lahir, data keluarga, hingga pelacakan lokasi terakhir gawainya secara real-time. Sebuah metode intimidasi yang dirancang untuk menebar ketakutan terdalam.

Kronologi Berdarah Dingin di Dunia Maya

Semua ini bermula dari sebuah respons tegas. Melalui akun X (Twitter) pribadinya, @nabylarisfa, Nabyla melakukan quote retweet terhadap isu mutasi pegawai di Kementerian PU yang tengah hangat.

Baca Juga: Histeris di Parlemen: Wahyudi Askar Bongkar Sisi Gelap MBG, Sebut Terbesar Sekaligus Terkorup di Dunia!

"PTUN-in aja sih pejabat dzalim kayak gini. Greget banget gweh," tulis Nabyla.

Cuitan yang lugas dan berani itu langsung meledak di jagat maya, menembus 3,2 juta penayangan, memicu ratusan debat, dan dibagikan lebih dari 10 ribu kali. Namun, popularitas digital itu dibayar mahal. Hanya berselang beberapa hari, tepatnya pada 16 Juli 2026, teror itu datang mengetuk ruang pesannya.

Sebuah tangkapan layar WhatsApp dari nomor misterius masuk, memerintahkannya menghapus cuitan tersebut dengan dalih "mencegah kegaduhan". Di balik perintah itu, terselip lampiran data pribadi Nabyla—sebuah pesan implisit yang mengerikan: Kami tahu siapa Anda, dan kami tahu di mana Anda berada.

Namun, alih-alih tunduk dan gemetar, Nabyla memilih melawan. Ia langsung menyiapkan surat somasi untuk menyeret sang peneror ke jalur hukum.

UGM Tabuh Genderang Perang: "Ini Serangan Terhadap Demokrasi!"

Melihat salah satu aset akademiknya diancam, Fakultas Hukum UGM tidak tinggal diam. Mereka langsung pasang badan dan menabuh genderang perlawanan terhadap upaya pembungkaman ini. Pihak kampus menegaskan bahwa ini bukan lagi sekadar urusan pribadi, melainkan serangan terbuka terhadap institusi pendidikan dan pilar demokrasi bangsa.

Baca Juga: Gara-Gara Baju Telat, Oknum Penjahit di Bali Viral Usai Lontarkan Makian dan Ancaman

Dalam pernyataan resminya pada Minggu (19/7/2026), Dekan FH UGM, Dahliana Hasan, mengutuk keras tindakan pengecut tersebut dengan nada yang bergetar penuh ketegasan.

“Mengecam segala bentuk tindakan intimidatif, ancaman, maupun upaya pembungkaman yang mencederai kebebasan akademik. Tindakan tersebut bukan hanya menyerang individu, melainkan mencederai integritas institusi pendidikan dan prinsip demokrasi di Indonesia!” tegas Dahliana.

Perlindungan Total: Mengerahkan Seluruh Jaringan Kampus

FH UGM memastikan Nabyla tidak akan berjalan sendirian di dalam kegelapan. Kampus siap mengerahkan seluruh "artileri" hukum dan jaringan yang mereka miliki untuk melindungi hak konstitusional sang dosen.

  • Jaminan Keamanan: FH UGM menjamin perlindungan penuh bagi setiap pengajar yang menjalankan tugas tridharma perguruan tinggi dengan integritas.

  • Pendampingan Hukum Total: Kampus siap mengawal kasus ini ke ranah hukum melalui advokasi yang solid.

Halaman:

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini