Solidaritas Akademik: Mengajak seluruh elemen sivitas akademika untuk bersatu padu dan menolak tunduk pada segala bentuk premanisme digital.
Kasus ini menjadi alarm keras bagi iklim kebebasan berpendapat di tanah air. Di mana ketika sebuah kritik akademik dibalas dengan ancaman pelacakan fisik, di situlah integritas demokrasi kita sedang diuji di garis batasnya.
Apakah hukum akan mampu meringkus sang peneror bayangan, ataukah suara kritis akademisi akan terus dipaksa senyap? Perang mempertahankan kebebasan akademik baru saja dimulai.(***)
Artikel Terkait
Jerat Korupsi Febrie Adriansyah Seret Don Ritto, Rekan Bisnis Sekaligus Adik Tingkat yang Kini Diborgol Brimob!
Debat Sengit Kepala Bakom RI vs BEM UI: Sengkarut Anggaran Pendidikan di Balik Program Makan Bergizi Gratis
Tragedi Adonara Membara Lagi: Satu Pemuda Tewas, Tiga Kritis dalam Bentrok Berdarah
Dua Nyawa Pelajar Melayang di Atas Rel, Di Mana Gubernur Lampung dan PT KAI?
Dua WNI Diduga Disekap di Myanmar, Nyawa Dipertaruhkan dalam Hitungan Mundur 4 Hari!