NAWACITAPOST.COM — Rumah Insiyah warga Dusun Sambirejo, Desa Katerban, Kecamatan Baron, yang terancam dilelang oleh pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Baron, ternyata telah didatangi oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Senin (11/8/2025) lalu.
Pada berita sebelumnya yang berjudul "Tak Pernah Pinjam, Warga Katerban Baron Terpaksa Bayar Angsuran" Insiyah terjerat angsuran, berawal dari tetangganya berinisial S, dari Dusun Sambirejo, Desa Katerban, Baron, meminjam Sertipikat Hak Milik (SHM) tanah dan bangunan miliknya.
Alasan S meminjam SHM tersebut guna menerbitkan SHM tanah miliknya, dikarenakan dalam penerbitan SHM membutuhkan biaya, sehingga SHM milik Insiyah dijaminkan ke BRI Unit Baron, Nganjuk.
Baca Juga: Pertanyakan Jadwal Hearing, Aliansi RT RW Datangi Kantor DPRD Kabupaten Nganjuk
Sebelumnya S, sempat memberikan informasi kepada Insiyah bahwa SHM miliknya akan dicairkan pinjaman sebesar Rp100.000.000 (seratus juta rupiah), namun dengan syarat harus ada tandatangan dari Insiyah.
Dikarenakan Insiyah tidak bersedia untuk menandatangani, akhirnya SHM tersebut, pinjaman hanya dicairkan sebesar Rp45.000.000 (empat puluh lima juta rupiah).
Disisi lain seseorang berinisial M yang merupakan suami S, juga memiliki pinjaman di BRI Unit Baron sebesar Rp35.000.000 (tiga puluh lima juta rupiah) dengan jaminan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).
Setelah itu kedua orang yang berinisial S dan M pergi dari rumah dan entah ke mana, sehingga beban tersebut harus ditanggung oleh Insiyah.
Insiyah ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa, dirinya sempat mengadu kepada Ulum Basthomi Wakil Ketua I fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Nganjuk.
"Akhirnya saya datang ke Kantor BRI Unit Baron, selain didampingi Pak Ulum Basthomi, juga bersama Gus Nasik (M Nasikul Koiri Abadi anggota Komisi I DPRD fraksi PKB red) pada Senin (11/8/2025) lalu," kata Insiyah ketika ditemui dikediamannya, pada Jum'at (29/8/2025).
Adapun respon dari pihak BRI Unit Baron menurut Insiyah, (mengapa laporan ke DPRD, apakah mau dibayari).
Baca Juga: Diduga Kurang Serius Kroscek HET Pupuk Subsidi, Dinas Pertanian Nganjuk Tak Menjelaskan Apapun
Artikel Terkait
Serap Aspirasi Masyarakat, Anggota DPRD Kabupaten Nganjuk Laksanakan Reses
Beri Ruang Aspirasi Paguyuban Jaranan, DPRD Kabupaten Nganjuk Lakukan Hearing
Tindak Lanjuti PKS Antara Kejati dengan Kodam V, Kejari dan Kodim 0810 Nganjuk Gelar Apel Bersama
Laksanakan Kegiatan Hari Krida, Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk Menggelar Agriexpo 2025
Setelah Dapat Laporan, Tim Diskopum Kabupaten Nganjuk Lakukan Sidak ke Tanjunganom