NAWACITAPOST.COM — Agriexpo artinya adalah pameran atau ekspo yang berfokus pada bidang pertanian, peternakan, dan agribisnis. Acara ini bisa berupa pameran produk pertanian, alat dan teknologi pertanian, serta ajang untuk bertukar informasi dan pengalaman di sektor agrikultur.
Seperti yang dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur yang menggelar Agriexpo 2025, dalam rangka melaksanakan kegiatan sebagai bagian dari kegiatan hari krida di Kabupaten Nganjuk, pada Kamis (24/7/2025).
Pantauan wartawan Nawacitapost.com, ratusan petani, penyuluh, hingga perwakilan kelompok tani dari 20 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) berkumpul dalam Nganjuk Agriexpo 2025 yang menjadi ajang penggabungan pameran produk unggulan pertanian, edukasi, sekaligus aksi sosial.
Baca Juga: Dua Anggota DPRD Nganjuk Diinformasikan Diamankan Polda Jatim, Ini Kata Pimpinan DPRD
Event tersebut dihadiri Marhaen Djumadi Bupati Nganjuk yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Judi Ernanto, Kepala Dinas Pertanian Ida Shobihatin, jajaran Forkopimda, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) se-Kabupaten Nganjuk.
Ida Shobihatin Kepala Dinas Pertanian dalam sambutannya menyampaikan bahwa, kegiatan tersebut merupakan bagian dari serangkaian hari Krida Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
"Kegiatan hari ini kami laksanakan dengan beberapa rangkaian kegiatan, yang pertama yang kami laksanakan adalah kegiatan gelar produk unggulan pertanian dari 20 BPP se-Kabupaten Nganjuk, yang bertujuan menampilkan hasil bumi terbaik, dari masing-masing BPP," ucap Ida.
Baca Juga: Dua Proyek Fisik Desa Putren Tahun 2024 Diduga Fiktif, Dinas PMD Kabupaten Nganjuk Buka Suara
Sehingga nantinya, menurut Ida hasil-hasil pertanian yang ada di Kabupaten Nganjuk dapat diketahui masyarakat secara luas. Sehingga bisa terjual dan dapat meningkatkan kesejahteraan para petani.
"Yang kedua kegiatan yang kami laksanakan yaitu asah terampil, atau pada zaman dahulu dikatakan sebagai Kelompencapir (Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pemirsa), atau mungkin kalau anak sekolah menyebutnya dengan kata cerdas cermat, antara petani atau kelompok tani satu dengan yang lain, yang diwakili oleh masing-masing BPP," katanya.
Lebih lanjut Ida menjelaskan bahwa, dari kegiatan asah terampil bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh tingkat pengetahuan dari para petani.
"Sehingga nantinya kami bisa mengetahui bahwa para petani yang sudah kami dampingi, kami bimbing, sudah kami berikan pengetahuan melalui para penyuluh dan stakeholder yang ada, (ternyata pengetahuannya sudah meningkat dari beberapa tahun yang lalu)," terangnya.
Artikel Terkait
Pemblokiran Siskeudes Dadapan Telah Dibuka, Ini Penjelasan Kepala Dinas PMD Nganjuk
Digelar Secara Tertutup, DPRD Kabupaten Nganjuk Laksanakan Rapat Kerja dan Dengar Pendapat Awal
Status Naik ke Tahap Lidik, Kejari Nganjuk Gelar Press Release Setelah Turun ke Desa Dadapan
Lampu PJU Milik Desa Sidokare Tertempel di Tiang Milik PLN, Ini Penjelasan Manager PLN ULP Nganjuk
Kabar Gembira Bagi Warga Nganjuk, Pembayaran Lampu PJU Ditanggung Dishub dan Boleh Nempel di Tiang PLN