NAWACITAPOST.COM — Kabar mengejutkan datang dari dunia olahraga tanah air. Atlet golf putri berbakat, Jesslyn Wijaya Lay, mendadak jadi pusat perhatian publik usai dikabarkan menjadi korban penculikan misterius di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat, pada Senin (13/7/2026) malam.
Namun, di tengah gelombang kekhawatiran publik dan pengusut maraton oleh aparat kepolisian, sebuah plot twist mencengangkan justru terkuak dalam penyelidikan awal.
Hilang Tanpa Jejak CCTV, Muncul di Manifes Penerbangan
Peristiwa dugaan penculikan yang sempat viral dan mengguncang media sosial ini awalnya diselimuti kabut tebal. Di lokasi kejadian, tak ada satu pun rekaman kamera CCTV yang mampu mengabadikan momen mendebarkan tersebut, membuat pihak berwajib harus bekerja ekstra keras menyusun teka-teki keberadaan sang atlet.
Baca Juga: Bau Busuk Menyengat dan Serbuan Lalat di Kedondong, Kades Diduga Tutup Mata Demi Izin Prematur
Namun, tirai misteri mulai tersingkap saat Polres Metro Jakarta Pusat menelusuri data lalu lintas penerbangan. Hasilnya mencengangkan: Jesslyn diduga kuat tidak disekap, melainkan sudah berada di Kuala Lumpur, Malaysia!
Hebatnya lagi, pelarian atau perjalanan misterius ini dilakukan hanya selang sehari setelah insiden "penculikan" dilaporkan.
"Kejadian tersebut tanggal 13, lalu tanggal 14 yang bersangkutan ada di Semarang meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur," ungkap Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, Selasa (21/7/2026).
"Berdasarkan manifes yang kami terima, (Jesslyn terbang) bersama dua orang lainnya yang diketahui memiliki hubungan keluarga dengannya," tambah Roby.
Drama Laporan Rekan Dekat dan Desakan Calon Suami
Awal mula kegemparan ini dipicu oleh laporan seorang rekan dekat Jesslyn berinisial NAH (37). Dilanda kepanikan dan rasa khawatir akibat terputusnya komunikasi secara mendadak, NAH bergegas mendatangi kantor polisi untuk membuat laporan penculikan.
Baca Juga: Drama di Balik 45 Ton Sampah: Aksi Heroik Pasukan Encep Suryana Taklukkan Lautan Polusi Cakung Barat
Namun, benang kusut kasus ini kian membingungkan. Laporan resmi tersebut kini resmi dicabut lantaran NAH bukanlah anggota keluarga kandung dan tidak berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat peristiwa berlangsung.
Di sisi lain, panggung drama ini kian memanas. Calon suami Jesslyn dengan tegas berharap kepolisian tidak menghentikan langkah. Ia mendesak agar pengusutan tuntas terus dilakukan demi membuka tabir kebenaran di balik hilangnya sang kekasih.
Polisi Kejar Motif: Murni Pidana atau Drama Keluarga?
Meski laporan awal telah dicabut, kepolisian menegaskan tidak akan tinggal diam. Pihak Polres Metro Jakarta Pusat masih terus bergerak mendalami berbagai dugaan dan memanggil saksi-saksi kunci, termasuk ayah kandung Jesslyn dan dua kerabat yang menemaninya ke luar negeri.
Sejauh ini, polisi memastikan belum ada permintaan uang tebusan—sebuah indikator kuat yang makin mengaburkan label "penculikan" murni dalam kasus ini.
Baca Juga: Babak Baru Pendidikan Bekasi! Sardi Efendi Sambut Transformasi Besar UNISMA 45 Menjadi UMI