NAWACITAPOST.COM — Praktik pinjaman online (pinjol) di Indonesia kini bukan lagi sekadar urusan bisnis jasa keuangan biasa. Di balik perputaran uangnya yang masif, industri ini telah menjelma menjadi ancaman nasional yang nyata, meneror privasi, hingga merenggut martabat kemanusiaan para korbannya.
Melihat jeritan rakyat yang kian tak terbendung, Prof Yasonna Hamonangan Laoly anggota Komisi XIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), mengambil langkah progresif. Dengan tegas dan berani, mantan Menteri Hukum dan HAM ini mengusulkan agar DPR RI segera membentuk Panitia Kerja (Panja) Pinjol.
Baca Juga: Drama Digital di Pesawaran: Kejari Bidik Dugaan Mark-Up Internet Diskominfo Senilai Rp2 Miliar!"Negara tidak boleh kalah oleh bisnis yang mengorbankan rakyat. DPR memiliki tanggung jawab untuk memastikan industri jasa keuangan tumbuh sehat dan menghormati hak asasi manusia!" tegas Yasonna dengan nada dramatis.
Gurita Rp 100 Triliun yang Memakan Korban Jiwa
Industri fintech lending memang tumbuh subur bak jamur di musim hujan. Saat ini, nilai outstanding pembiayaan pinjol telah meroket melampaui Rp100 triliun dengan melibatkan puluhan juta rekening penerima pinjaman. Namun, Yasonna mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi digital ini tidak boleh dibayar dengan darah dan air mata rakyat.
Ketua Bidang Reformasi Hukum dan HAM DPP PDI Perjuangan tersebut membongkar sisi gelap pinjol yang dinilainya sudah melampaui batas kemanusiaan:
-
Lingkaran Setan Gagal Bayar: Bunga selangit, denda mencekik, dan biaya siluman yang tidak proporsional membuat masyarakat terjebak dalam strategi "gali lubang tutup lubang" tanpa akhir.
-
Teror & Intimidasi Brutal: Praktik penagihan oleh sebagian vendor debt collector sudah layaknya aksi kriminal. Mulai dari ancaman, penyebaran data pribadi, hingga aksi mempermalukan korban ke keluarga, teman, bahkan atasan kerja.
-
Tragedi Kemanusiaan: Tekanan psikologis yang konstan ini telah memicu alarm bahaya. Banyak korban jatuh ke jurang depresi berat hingga nekat melakukan percobaan bunuh diri.
Baca Juga: Reses DPRD Kota Bekasi Tampung Aspirasi Warga Soal Tawuran Remaja hingga Pos Keamanan Lingkungan
"Ini adalah alarm serius! Persoalan ini sudah memasuki dimensi kemanusiaan dan tidak cukup diselesaikan hanya melalui pendekatan administratif. DPR tidak boleh menutup mata!" ujarnya.
Misi Besar Panja Pinjol: Bongkar Sampai ke Akar
Sebagai representasi "Moncong Putih" yang berkomitmen membela wong cilik, Yasonna menegaskan bahwa negara harus hadir secara total. Penggunaan data kontak secara ilegal dan penyebaran informasi utang jelas-jelas menabrak undang-undang perlindungan data pribadi, perlindungan konsumen, serta UU ITE.
Melalui Panja Pinjol yang diusulkannya, Yasonna ingin DPR memiliki mandat kuat untuk memanggil seluruh aktor kunci: dari regulator, aparat penegak hukum, pelaku industri, asosiasi fintech, akademisi, hingga para korban langsung.
Agenda Utama Panja Pinjol yang Diusulkan Yasonna Laoly:
-
Audit Total Tata Kelola: Mengevaluasi regulasi yang ada secara menyeluruh.
-
Pangkas Bunga & Denda: Mengkaji ulang batas kewajaran bunga dan biaya tambahan agar tidak mencekik.
Artikel Selanjutnya
DPRD Kota Bekasi Rancang Lompatan Besar, Siap Sulap 12 Kecamatan Jadi Sentral Industri UMKM Modern!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.Tags
Terkini
Genderang Perang Melawan Teror Pinjol: Yasonna Laoly Desak DPR Bentuk Panja Khusus!
Kamis, 9 Juli 2026 | 13:23 WIB Mengguncang Parlemen, Yasonna Laoly Bakar Semangat Aktivis Mahasiswa: "Ikuti Zaman atau Terlindas!"
Jumat, 3 Juli 2026 | 15:10 WIB Yasonna H Laoly Tabuh Genderang Perang Melawan Mafia Digital, Desak Sinergi Agresif Hancurkan Judol dan Pinjol!
Rabu, 17 Juni 2026 | 10:29 WIB Babak Baru Transparansi Nganjuk: Palu Sidang Diketuk, DPRD ‘Saring’ Ketat LPJ APBD 2025!
Rabu, 10 Juni 2026 | 11:32 WIB Wow! Miliaran Rupiah Dana Pesiar DPRD Pesawaran di Tengah Jerit Warga Tambang Emas Kedondong yang Terlantar!
Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:38 WIB Ketuk Palu Paripurna DPRD Nganjuk: Menata Masa Depan 230 Desa di Bumi Anjuk Ladang!
Kamis, 21 Mei 2026 | 18:48 WIB Garda Depan Ketahanan Pangan: DPRD Nganjuk Kawal Kolaborasi Akbar TNI dan Petani Menuju Swasembada Kedelai Nasional!
Kamis, 21 Mei 2026 | 18:47 WIB Lompatan Sejarah dari Bumi Anjuk Ladang: DPRD Nganjuk Kawal Kebangkitan Ekonomi Desa di Peresmian 1.061 KDKMP
Kamis, 21 Mei 2026 | 18:47 WIB Gema Perjuangan Buruh Mendunia: DPRD Nganjuk Kawal Momentum Bersejarah Peresmian Museum Marsinah oleh Presiden RI
Kamis, 21 Mei 2026 | 18:46 WIB Gedor Senayan! Ketua PGRI Flores Timur Suarakan Jeritan Guru Honorer Langsung di Hadapan DPR RI
Selasa, 19 Mei 2026 | 09:32 WIB Turun ke Ladang, Yasonna Laoly Serap "Jeritan" Petani Deli Serdang: "Negara Harus Hadir!"
Selasa, 28 April 2026 | 06:26 WIB Gema Peringatan dari Kalimalang: Fraksi PKB Bongkar Borok Klasik dan Tuntut Reformasi Total Kota Bekasi
Rabu, 22 April 2026 | 19:52 WIB
Artikel Terkait
DPRD Kota Bekasi Rancang Lompatan Besar, Siap Sulap 12 Kecamatan Jadi Sentral Industri UMKM Modern!
Dugaan Konspirasi Berdarah: Deflorio Arya Nizam Jadi Tumbal Korporasi, Disiksa Demi Tutupi Kebobrokan Sistem?
Konspirasi Kripto: Deflorio Arya Nizam Diduga Jadi ‘Kambing Hitam’ Skandal Rp300 Miliar Indodax!
Evi Mafriningsianti: Aspirasi Warga Akan Jadi Dasar Perjuangan Program Pembangunan di DPRD Kota Bekasi
Dorong UMKM Naik Kelas, Anggota DPRD Kota Bekasi Luncurkan Program Booth Usaha hingga Tenda Bazar