NAWACITAPOST.COM — Lembaran sejarah baru bagi kaum buruh Indonesia resmi ditorehkan dari tanah Nganjuk, Jawa Timur. Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, mendadak bergetar oleh haru dan kebanggaan nasional saat Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah, Sabtu (16/5/2026).
Di tengah sorotan kamera seluruh penjuru negeri, DPRD Kabupaten Nganjuk hadir di garda depan, menyaksikan sekaligus mengawal momentum sakral yang mengangkat nama Nganjuk ke panggung dunia. Museum ini bahkan disebut-sebut sebagai museum buruh pertama di dunia.
DPRD Nganjuk: "Ini Bukti Suara Rakyat Kecil Mampu Mengubah Sejarah Bangsa!"
Kehadiran jajaran pimpinan DPRD Kabupaten Nganjuk dalam peresmian ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk penghormatan tertinggi legislatif terhadap pahlawan lokal yang kini menjadi pahlawan nasional.
Baca Juga: Drama Anggaran Bandar Lampung: Kepala BPBD Misterius, Publik Tanya Dimana Kantornya?
Tatit Heru Tjahjono Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, dengan nada bergetar penuh karisma, menegaskan bahwa peresmian ini adalah kemenangan moral bagi seluruh masyarakat Nganjuk.
“Museum ini bukan hanya tempat menyimpan sejarah, tetapi juga pengingat abadi bahwa keberanian melawan ketidakadilan tidak boleh padam! Generasi muda harus tahu, dari desa kecil di Nganjuk ini, lahir sosok perempuan hebat yang perjuangannya diakui oleh negara,” ujar Tatit Heru Tjahjono dengan penuh penekanan, saat dikonfirmasi tim awak media, pada Senin (18/5/2026).
Sebagai representasi rakyat Nganjuk, Tatit menaruh harapan besar agar museum ini bertransformasi menjadi episentrum edukasi dan ruang kesadaran publik. DPRD Nganjuk berkomitmen untuk menjaga warisan nilai perjuangan, keadilan, dan kemanusiaan ini agar terus hidup dan memotivasi generasi masa depan, khususnya dalam menghormati hak-hak pekerja.
Suasana Dramatis: Tangis Haru dan Pujian Presiden RI
Sejak fajar menyingsing, ratusan warga telah menyemut di kawasan Desa Nglundo. Suasana dramatis kian terasa saat Presiden Prabowo Subianto melangkah masuk, meninjau kamar sederhana, foto-foto usang perjalanan hidup, hingga sepeda tua yang dulu setia menemani Marsinah berjuang.
Air mata haru tak terbendung mengalir dari Marsini, kakak kandung Marsinah, yang hadir menyaksikan langsung bagaimana adiknya yang dulu dibungkam, kini dihormati oleh orang nomor satu di Indonesia. Peresmian ini juga dikawal ketat oleh tokoh-tokoh penting bangsa, mulai dari Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, hingga jajaran menteri kabinet.
Dalam pidatonya yang menggelegar, Presiden Prabowo menegaskan:
“Kita berkumpul di Kabupaten Nganjuk untuk meresmikan sebuah museum yang didedikasikan untuk mengingat perjuangan buruh. Ini adalah lambang perjuangan mereka yang lemah, orang-orang miskin, dan mereka yang tidak memiliki kekuasaan.”
Dari Nganjuk untuk Dunia: Warisan Abadi Sang Pahlawan Nasional
Museum ini berdiri kokoh menyusul dianugerahinya gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah pada 10 November 2025 melalui Keputusan Presiden RI Nomor 116/TK Tahun 2025.
Kini, berkat sinergi kuat antara pemerintah pusat dan pengawalan dari DPRD Kabupaten Nganjuk, kisah heroik Marsinah tidak lagi terkubur sepi dalam buku sejarah. Melalui Museum Ibu Marsinah, spirit perlawanan terhadap ketidakadilan itu kini hidup, bernapas, dan akan terus berbicara lantang kepada generasi bangsa dari sebuah kabupaten bernama Nganjuk.
Artikel Terkait
Bukan Cuma Tren, Ini Alasan Kenapa Hiking Bikin Fisik dan Mental Kamu 'Naik Kelas'
Demi Nyawa dan Keselamatan, KAI Daop 7 Madiun Resmi Segel Perlintasan Liar di Blitar!
Air Kali Rawalumbu Berubah Warna, DLH Kota Bekasi Gerak Cepat Selidiki Dugaan Tumpahan Cat
Digitalisasi Pengawasan WNA, Imigrasi Belawan Gandeng Perusahaan Optimalkan Aplikasi APOA
Misteri Rp4 Miliar: Korban Banjir Padangsidimpuan Tolak Pembangunan Rumah dari Yayasan Sebelum Dana Negara Diaudit!
Masa Depan Dirampas: Remaja di Tapsel Hamil, Dua Pria Dilaporkan Atas Dugaan Asusila Berulang!