Kamis, 9 Juli 2026

Air Kali Rawalumbu Berubah Warna, DLH Kota Bekasi Gerak Cepat Selidiki Dugaan Tumpahan Cat

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Selasa, 19 Mei 2026 | 19:51 WIB

NAWACITAPOST.COM — Merespons cepat keluhan masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi langsung turun tangan menginvestigasi dugaan pencemaran air di aliran Kali Rawalumbu, tepatnya di kawasan Jalan Dasa Darma, Jembatan 9, Kelurahan Bojong Rawalumbu, pada Senin (18/5/2026).

Langkah taktis ini diambil setelah warga melaporkan adanya perubahan warna air kali yang mencolok sejak Sabtu, 16 Mei 2026.

Diduga Akibat Kecelakaan Kerja Gudang Cat

Berdasarkan penelusuran awal di lapangan oleh tim DLH dan unsur Kelurahan Bojong Rawalumbu, insiden ini diduga kuat bukan karena pembuangan limbah secara sengaja, melainkan akibat kecelakaan kerja. Sebuah kaleng cat berukuran 20 liter tumpah saat proses pemindahan barang di sebuah gudang sekaligus toko cat setempat.

Baca Juga: Gurita Kasus Korupsi Bupati Ponorogo Merembet ke Pacitan, Rumah Mewah Pengusaha Cantik Digeruduk KPK!

Sialnya, tumpahan cat tersebut mengalir ke saluran domestik warga hingga akhirnya bermuara di drainase yang terhubung langsung dengan Kali Rawalumbu.

"Kami segera menurunkan tim pengawas lingkungan hidup dan laboratorium untuk melakukan pemeriksaan lapangan, pengamatan visual, serta pengambilan sampel air guna analisis lebih lanjut," ujar Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih.

Hasil Uji Sampel Sementara: Air Keruh dan Berbau

Dari hasil pengamatan visual di lokasi, air kali memang tampak keruh dan mengeluarkan aroma tertentu. Meski demikian, petugas tidak menemukan adanya endapan cat di permukaan maupun di dasar aliran air.

Baca Juga: Menolak Diam! Berkas 'Membeku' 7 Bulan, Korban Penganiayaan Datangi Kejari Sibolga

Tim laboratorium DLH juga langsung merilis data pengukuran parameter kualitas air di lapangan:

  • Derajat Keasaman (pH): 7,54
  • Daya Hantar Listrik (DHL): 644,35 µS
  • Suhu/Temperatur: 30°C
  • Klorin Bebas: 0,08 mg/L
  • Dissolved Oxygen (DO / Oksigen Terlarut): 4,5 mg/L

Meskipun angka-angka ini memberikan gambaran awal, DLH menegaskan bahwa sampel air tetap harus melalui analisis laboratorium lanjutan yang lebih mendalam. Hal ini diperlukan untuk memastikan karakteristik zat pencemar serta seberapa besar dampaknya terhadap ekosistem air di sekitar lokasi.

Komitmen Pemkot dan Warning untuk Pelaku Usaha

Menyikapi kejadian ini, DLH Kota Bekasi berjanji akan terus memantau perkembangan kondisi Kali Rawalumbu dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar penanganan dampak lingkungan berjalan optimal.

Baca Juga: Gedor Senayan! Ketua PGRI Flores Timur Suarakan Jeritan Guru Honorer Langsung di Hadapan DPR RI

Pemkot Bekasi juga memberikan imbauan keras kepada seluruh pelaku usaha di Kota Bekasi agar lebih memperketat SOP pengelolaan bahan baku dan limbah operasional mereka. Kelalaian kecil, seperti tumpahnya bahan kimia, bisa berdampak fatal bagi lingkungan visual dan ekologis kota.

Halaman:

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini