NAWACITAPOST.COM — Sebuah momentum politik penting baru saja tercipta di jantung Kota Bekasi. Setelah hampir dua dekade suara umat Kristiani dinilai absen dalam keterwakilan partai politik di kursi legislatif nasional sejak tahun 2009, sebuah gerakan baru kini resmi dideklarasikan untuk merebut kembali hak setara di pemerintahan.
Bertempat di Rhema Building Convention Center, Jakasampurna, Kota Bekasi, Senin (18/5/2026), atmosfer ruang pertemuan lantai 4 mendadak bergemuruh penuh optimisme. Di hadapan para saksi sejarah, piagam pendirian Partai Setara Indonesia (PASTI) resmi ditandatangani.
Bukan Sekadar Penonton: Misi Kesetaraan di Panggung Negara
Ruyandi Hutasoit tokoh senior politik yang juga eks Ketua Umum Partai Damai Sejahtera (PDS), menegaskan bahwa kelahiran PASTI bukan sekadar meramaikan bursa politik, melainkan sebuah panggilan konstitusional yang dijamin oleh UUD 1945.
Baca Juga: Lautan Manusia di Kediri! Ribuan Pendekar PSHT Gelar Long March Simbol Kedamaian dan Budi Pekerti
"Sampai tahun 2009 itu terakhir kali partai Kristen ada di pemerintahan. Kalau tidak kita buat lagi sampai 2029, berarti sudah 20 tahun (absen). Berarti tidak ada lagi yang mewakili umat Kristiani di legislatif," ujar Ruyandi dengan nada bergetar penuh penegasan saat diwawancarai oleh Nawacitapost.com.
Ruyandi tidak menampik bahwa banyak partai berbasis Kristiani yang sempat mendeklarasikan diri di masa lalu, namun layu sebelum berkembang dan gagal menembus panggung Pemilu. PASTI hadir untuk memutus kutukan sejarah tersebut.
"Kami memakai nama 'Setara' karena kami ingin orang Kristen mengambil bagian yang setara di Republik ini, bukan hanya menjadi penonton! Selama ini, kami melihat kurangnya dilakukan kesetaraan, sehingga kita (umat Kristiani red) seperti tidak dianggap atau diperhitungkan. Jika tidak ada di dalam pemerintahan, umat Kristiani tidak diperhatikan," cetus Ruyandi.
Baca Juga: Proyek Rp11,9 Miliar Way Khilau Disorot: LSM PENJARA Desak BPK Lampung Buka Hasil Audit!
Filosofi "PASTI": Sebuah Keyakinan Mutlak
Nama "PASTI" dipilih bukan tanpa alasan yang mendalam. Akronim dari Partai Setara Indonesia ini membawa gelombang psikologis yang kuat bagi para kadernya.
- Makna Filosofis: Memberikan keyakinan mutlak (wah, yakin pasti!) bagi siapa saja yang bergabung.
- Visi Kebangsaan: Selaras dengan mandat UUD 1945, yaitu memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban serta kedamaian dunia.
Kekuatan partai baru ini pun tidak bisa dipandang sebelah mata. Tercatat, fondasi PASTI dibangun oleh kurang lebih 1.200 orang pendiri yang membentang dari Sabang sampai Merauke, dengan 60 orang perwakilan yang hadir langsung untuk menandatangani akta pendirian.
Baca Juga: Hape Dicuri, Akun Fb ‘Dibajak’: Kisah Pilu Guru SMP di Paluta yang Malah Dilaporkan ke Polisi
Nyalakan Mesin Politik: Target Pemilu 2029
Langkah PASTI menuju panggung kekuasaan dipastikan tidak akan melambat. Manajemen partai telah menyusun cetak biru (blueprint) yang sangat taktis untuk lolos verifikasi administrasi negara.
Artikel Terkait
Kendali Cepat AWPI DKI Jakarta: Yamarlin Hulu Resmi Ditunjuk Jadi PLT Ketua Usai Abdul Haris Mundur
Festival Balon Plaza Patriot Candrabhaga Sedot Perhatian Ribuan Warga, Hidupkan Ekonomi Kreatif Bekasi
Devita, SH Ajak Tim Pemenangan Kedepankan Kesantunan dan Kebersamaan
Misteri Dana Desa dan BUMDes di Pesawaran: PPWI Desak APH Turun Tangan, Dua Kades Mendadak 'Bungkam'!
Suhu Politik Adem! Tim Pemenangan Kades Misri Gaungkan Politik Santun di Bantarjaya