NAWACITAPOST.COM – Sebuah garis tegas dan tanpa kompromi ditarik oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Di tengah riuh rendah gelaran internasional Selangor International Business Summit (SIBS) 2026, sebuah pernyataan mengejutkan dan dramatis terlontar. Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, dengan nada bicara bariton yang sarat ketegasan, resmi menyatakan perang terhadap fenomena Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di tanah Pasundan.
Langkah ini bukan sekadar gertakan sambal. Erwan menegaskan bahwa pihaknya kini tengah bersiap mengambil tindakan hukum paling radikal yang pernah ada, terutama jika praktik tersebut menyusup ke dalam tubuh birokrasi dan melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Sanksi Terberat: Pemecatan Tanpa Hormat dan Jalur Pidana
Ditemui awak media di koridor Hotel Pullman, Kota Bandung, Kamis (9/7/2026), sorot mata Erwan mencerminkan keseriusan yang mendalam. Ia tidak lagi berbicara tentang pembinaan, melainkan tentang penegakan hukum dan sanksi pembersihan.
"Sudah saya sampaikan beberapa kali bahwa kami Pemerintah Provinsi Jabar memerangi yang namanya LGBT di wilayah Jabar!" tegas Erwan, memecah kebisingan pasca-acara.
Bagi para ASN yang nekat melanggar, badai besar sedang menanti mereka. Erwan memastikan bahwa sanksi yang dijatuhkan tidak akan main-main dan akan mengacu langsung pada regulasi undang-undang yang berlaku.
Tak tanggung-tanggung, "kartu merah" siap dikeluarkan.
-
Sanksi Administratif Tertinggi: Pemberhentian secara tidak hormat (pemecatan) sebagai ASN.
-
Sanksi Hukum: Jika ditemukan ada unsur perbuatan pidana di dalamnya, Pemprov Jabar memastikan tidak akan melindungi oknum tersebut dan langsung menyerahkannya ke aparat penegak hukum.
Bergerak Bersama Forkopimda dan Intelijen Masyarakat
Menyadari bahwa ini adalah pertempuran besar menjaga moralitas daerah, Wagub Jabar tidak akan bergerak sendirian. Langkah taktis langsung disusun dengan melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Barat untuk mempersempit ruang gerak fenomena ini.
Baca Juga: Suara Lantak Komisi E DPRD DKI: Jangan Jadikan Status Lahan Alasan Menelantarkan Warga Tanah Merah!
Namun, senjata paling ampuh yang diandalkan oleh Erwan adalah mata dan telinga dari masyarakat Jawa Barat itu sendiri. Ia menyerukan gerakan aktif dari warga untuk menjadi garda depan pelaporan.
"Saya berharap masyarakat memberikan laporan-laporan yang akurat, baik kepada kepolisian maupun kepada kami, sehingga kami dapat segera mengambil langkah sesuai kewenangan," ucap Erwan menutup pernyataannya dengan penuh penekanan.
Kini, genderang perang telah ditabuh. Jawa Barat di bawah kepemimpinan Erwan Setiawan sedang mengirimkan pesan visual yang sangat jelas ke seluruh pelosok provinsi: Tidak ada tempat tersembunyi bagi pelanggar aturan.
Artikel Selanjutnya
Drama di Balik 45 Ton Sampah: Aksi Heroik Pasukan Encep Suryana Taklukkan Lautan Polusi Cakung Barat
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Drama di Balik 45 Ton Sampah: Aksi Heroik Pasukan Encep Suryana Taklukkan Lautan Polusi Cakung Barat
Bau Busuk Menyengat dan Serbuan Lalat di Kedondong, Kades Diduga Tutup Mata Demi "Izin Prematur"
BREAKING NEWS: Nakhoda Baru DPD AWPI DKI Jakarta Resmi Dilantik Lewat Musdalub Jilid III!
Marinus Gea Pimpin Komisi XIII DPR RI 'Gempur' Sengkarut Regulasi Daerah di Jawa Timur!
Membelah Kegelapan Malam: Aksi Gercep Komisi A DPRD DKI Jakarta Sulap Kawasan Rawan Jadi Terang Benderang!