NAWACITAPOST.COM – Sebuah pertempuran sengit melawan waktu dan gunungan polusi visual baru saja dimenangkan di jantung Jakarta Timur. Setelah tiga hari berturut-turut dikepung oleh aroma menyengat dan tumpukan sampah yang menggunung, Tempat Penampungan Sementara (TPS) RW 01, Kelurahan Cakung Barat, akhirnya menyerah kalah di tangan "Pasukan Hijau" Kecamatan Cakung.
Aktor utama di balik kesuksesan dramatis ini tidak lain adalah Encep Suryana, Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup (Satpel LH) Kecamatan Cakung. Di bawah komando taktisnya, lautan sampah seberat 45 ton berhasil dilenyapkan tanpa sisa.
Komitmen Baja Sang Komandan: Janji Kamis Tuntas!
Bukan sekadar retorika, Encep Suryana membuktikan bahwa setiap ucapan yang keluar dari mulutnya adalah jaminan mutu. Tepat pada hari Kamis (9/7/2026), target besar yang sempat diragukan banyak pihak itu akhirnya lunas dibayar tuntas.
Baca Juga: Drama Digital di Pesawaran: Kejari Bidik Dugaan Mark-Up Internet Diskominfo Senilai Rp2 Miliar!
"Sesuai target yang kami sampaikan sebelumnya, hari Kamis ini seluruh proses pembersihan sudah rampung. Tidak ada lagi tumpukan sampah di TPS belakang Pasar Cakung!" tegas Encep dengan nada penuh kemenangan.
Kini, area di belakang Pasar Cakung yang sebelumnya menjadi momok, telah bersih dan kembali bernapas lega. Seluruh 45 ton sampah tersebut langsung dilarikan ke benteng pertahanan terakhir: Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.
Strategi Kilat dan Pengerahan Armada Raksasa
Keberhasilan ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari strategi perang logistik yang matang. Demi mempercepat penanganan dan tidak membiarkan warga menderita lebih lama, Encep Suryana langsung mengerahkan "armada tempur" terbaiknya ke garis depan.
Tak tanggung-tanggung, Satpel LH Kecamatan Cakung menerjunkan:
-
5 unit Truk Typer berkapasitas masing-masing 5 ton.
-
1 unit Truk Typer Raksasa berkekuatan raksasa 10 ton.
Kombinasi armada ini bergerak dinamis, mondar-mandir menguras habis isi TPS dalam operasi senyap selama tiga hari penuh.
Baca Juga: Reses DPRD Kota Bekasi Tampung Aspirasi Warga Soal Tawuran Remaja hingga Pos Keamanan Lingkungan
Sejarah Panjang TPS dan Babak Baru Pengelolaan Mandiri
Lurah Cakung Barat, Yasir Habib Putra, memberikan kesaksian bahwa TPS tersebut memiliki nilai historis yang kuat dan statusnya sepenuhnya resmi.
"TPS ini sudah ada sejak Pasar Cakung dibangun, bahkan lebih dahulu ada sebelum Rusun KM 21 berdiri," ungkap Yasir.
Namun, agar drama penumpukan sampah seberat 45 ton ini tidak menjadi sekuel yang berulang di masa depan, sebuah revolusi sistem tengah disiapkan. Pihak Kelurahan kini mendorong agar pengelolaan sampah di Pasar Cakung dilakukan secara mandiri atau menggandeng pihak ketiga.
Artikel Selanjutnya
Dorong UMKM Naik Kelas, Anggota DPRD Kota Bekasi Luncurkan Program Booth Usaha hingga Tenda Bazar
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Dorong UMKM Naik Kelas, Anggota DPRD Kota Bekasi Luncurkan Program Booth Usaha hingga Tenda Bazar
Skandal Kemanusiaan: Dugaan Konspirasi Terstruktur Rampas Ratusan Miliar Uang Bencana di Padangsidimpuan, Korban Dijadikan Tumbal!
Berhenti Saling Tunggu! Akademisi Sumba Sentil Pemerintah: Urus Masyarakat Adat Butuh 'Orkestra', Bukan Tumpukan Aturan Baru
Kucing-Kucingan di Pusaran Rokok Ilegal, Bea Cukai Sibolga Akhirnya "Buka Suara" Setelah Sempat Bungkam!
Genderang Perang Melawan Teror Pinjol: Yasonna Laoly Desak DPR Bentuk Panja Khusus!