Jumat, 5 Juni 2026

Menjaga Nilai Pancasila, Yasonna H Laoly Bertemu Masyarakat Medan untuk Menyerap Aspirasi  

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Kamis, 19 Desember 2024 | 12:11 WIB
Yasonna H Laoly mengadakan pertemuan dengan masyarakat di Sumatra Utara.  (Istimewa)
Yasonna H Laoly mengadakan pertemuan dengan masyarakat di Sumatra Utara. (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Anggota DPR RI Yasonna H. Laoly mengadakan pertemuan dengan masyarakat di Christian Centre, Medan, Sumatra Utara, pada 13 Desember 2024. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi Yasonna untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat di daerah pemilihannya, Sumatera Utara (Sumut) I.

Acara yang dihadiri oleh lebih dari 100 peserta ini menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyerap berbagai aspirasi dari masyarakat setempat. Dalam forum tersebut, Yasonna memaparkan mengenai pentingnya menjaga dan memperkuat sistem Demokrasi Pancasila.

Ia menjelaskan bahwa Demokrasi Pancasila adalah wujud nyata dari nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Sistem ini, menurut Yasonna, menekankan pada prinsip-prinsip musyawarah, gotong royong, dan keadilan sosial yang sudah menjadi bagian dari budaya dan karakter bangsa Indonesia.

“Sistem Demokrasi Pancasila adalah sistem yang mendasarkan pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Sistem ini mengutamakan prinsip-prinsip musyawarah, gotong royong, dan keadilan sosial, sesuai dengan budaya dan karakter masyarakat Indonesia,” ujarnya di hadapan peserta.

Baca Juga: Tanpa Tenaga Asing, PIK 2 Bakal Serap Ribuan Pekerja Lokal  

Selain itu, Yasonna juga mengungkapkan perbedaan Demokrasi Pancasila dengan sistem demokrasi lainnya. Ia menegaskan bahwa kedaulatan rakyat merupakan prinsip utama dalam sistem ini, di mana kekuasaan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan berdasarkan UUD 1945.

Pengambilan keputusan dalam Demokrasi Pancasila harus mencerminkan nilai-nilai seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. Musyawarah untuk mufakat disebut Yasonna sebagai pendekatan utama dalam pengambilan keputusan.

Tujuannya adalah melibatkan semua pihak secara adil dan merata. Prinsip ini juga sejalan dengan penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia, dengan catatan bahwa keputusan yang diambil tidak bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Yasonna menggarisbawahi pentingnya gotong royong sebagai landasan kerja sama yang bertujuan untuk kesejahteraan bersama. Menteri Hukum dan HAM periode 2014-2024 ini juga menyinggung keseimbangan antara hak dan kewajiban dalam Demokrasi Pancasila.

Baca Juga: Sejarah Pantai Indah Kapuk: Dari Reklamasi hingga Jadi Kawasan Hunian Elite  

Sistem ini, menurutnya, menghindari ekstremitas individualisme yang ditemukan dalam Demokrasi Liberal serta kolektivisme mutlak yang ada dalam Demokrasi Sosialis. Sebaliknya, keharmonisan antara individu, masyarakat, dan negara menjadi prioritas utama.

Lebih lanjut, Yasonna menjelaskan bahwa implementasi Demokrasi Pancasila harus sesuai dengan konstitusi, yakni UUD 1945. Lembaga-lembaga negara seperti DPR, MPR, dan Presiden menjalankan tugasnya berdasarkan prinsip demokrasi yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.

Salah satu contoh konkret penerapan Demokrasi Pancasila adalah otonomi daerah. Melalui otonomi daerah, masyarakat diberikan kebebasan untuk mengatur urusan lokal sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi daerah masing-masing.

Saat membahas Pemilu, Yasonna menyadari bahwa meskipun telah banyak kemajuan, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Ia menekankan bahwa netralitas aparatur negara dan aparatur sipil negara sangat penting agar Pemilu dapat berjalan dengan adil, menghasilkan keterwakilan yang tepat, dan melahirkan pemimpin terbaik bagi bangsa ini.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini