NAWACITAPOST.COM — Sebuah konspirasi busuk skala besar diduga kuat tengah bergulir di Kota Padangsidimpuan. Di balik senyum sumringah Wali Kota Letnan Dalimunthe saat memamerkan pembukaan akses jalan sepanjang 600 meter menuju lokasi Hunian Tetap (Huntap), tersimpan jeritan histeris dan kemarahan mendalam dari masyarakat korban bencana.
Apa yang diklaim pemerintah daerah sebagai "progres pembangunan" justru dituding keras oleh para aktivis sebagai sebuah sandiwara mahal terstruktur untuk mengubur jejak raibnya ratusan miliar rupiah dana bantuan dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Gubernur Sumatera Utara!
Baca Juga: Ironi di Piring Anak Bangsa: Skandal Triliunan Rupiah Makan Bergizi Gratis Runtuhkan Benteng BGN"Lihatlah, dia bilang ‘tetap bersabar’. Sabar apa? Sabar dicuri lagi? Uang bantuan langsung Presiden, uang Bantuan Khusus Gubernur, uang BNPB, semuanya sudah cair setahun lalu... Tapi kami tidak terima sepeser pun! Itu bukan kerja, itu AKSI PENUTUPAN JEJAK," ujar RS, Juru Bicara Masyarakat Korban Bencana, Rabu (3/6/2026).
Modus Operandi: Dokumen Palsu & Proyek Pameran
Berdasarkan data yang dipegang oleh elemen masyarakat, terdapat pola kejahatan anggaran yang sangat rapi, kontradiktif, dan dilakukan secara berulang:
-
Tahap I (2025) – Rekayasa Data Fantastis: Data korban bencana dimanipulasi secara ekstrem, melonjak dari 164 KK asli menjadi 1.133 KK fiktif. Bermodalkan data palsu ini, Pemko mencairkan dana Relokasi Mandiri dari BNPB Pusat senilai ratusan miliar rupiah. Hasilnya? Uang tersebut raib total dan dilaporkan "selesai 100 persen" tanpa menyentuh tangan korban.
-
Tahap II (2026) – Sandiwara Huntap: Guna menutupi uang hilang yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, program diganti nama menjadi Huntap. Menggunakan data palsu 1.133 KK yang sama, anggaran baru yang lebih besar kembali dicairkan. Jalan 600 meter pun dibangun sebagai proyek pameran agar publik lupa menagih hak uang tunai mereka.
Secara regulasi, tindakan ini adalah pelanggaran berat. Dana Bantuan Sosial dan Pemulihan Ekonomi wajib diberikan dalam bentuk uang tunai langsung kepada rakyat, dan TIDAK BOLEH dialihkan untuk pembangunan fisik korporat.
Ironisnya, dalam peninjauan lapangan, Wali Kota tampak didampingi oleh Kepala Inspektorat dan Kepala Dinas PUTR. Lembaga pengawas dan pelaksana disinyalir telah ikut larut dalam lingkaran konspirasi ini, sementara DPRD Kota Padangsidimpuan bungkam seribu bahasa tanpa mempertanyakan angka ajaib 1.133 KK tersebut.
Nama Presiden Prabowo Dijadikan "Alat"
Skandal ini bukan lagi sekadar korupsi lokal, melainkan hantaman keras terhadap kewibawaan pimpinan tertinggi negara. Bantuan Langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Bantuan Khusus Gubernur Sumatera Utara yang dikirimkan atas nama kepedulian pribadi, justru diduga kuat dikantongi oleh oknum pejabat daerah.
Di lapangan, warga membentangkan spanduk bertuliskan: “JANGAN PERCAYA LAPORAN PEMKO, KAMI TIDAK DAPAT APAPUN”.
Mereka menilai proyek jalan 600 meter ini hanyalah laporan "Asal Bapak Senang" (ABS) yang dikirim ke pusat untuk memberi kesan seolah-olah program berjalan mulus, padahal di baliknya, hak-hak rakyat telah dirampok habis.
5 Tuntutan Darurat Rakyat: Desak Presiden Turun Tangan!
Melalui saluran pengaduan nasional dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, elemen masyarakat melayangkan 5 desakan krusial:
-
Audit Total Mandat Pusat: Meminta BPKP dan Inspektorat Utama Kemendagri turun langsung memverifikasi dan membandingkan data desa asli dengan 1.133 KK fiktif tiruan Pemko.
-
Hentikan Proyek Fiktif: Hentikan pembangunan jalan dan Huntap sekarang juga karena berdiri di atas dokumen bodong yang berpotensi menyedot uang negara lebih dalam.
Artikel Selanjutnya
Kobar Api Pancasila di Ujung Utara Medan: Imigrasi Belawan Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.Tags
kemendagri
BPKP
Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara
Pemko Padangsidimpuan
DPRD Padangsidimpuan
Korupsi Padangsidimpuan
Letnan Dalimunthe
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto
Skandal Huntap Padangsidimpuan
Dana Bantuan Presiden Prabowo
Penggelapan uang bencana
dana relokasi mandiri
Sandiwara jalan
Bantuan Khusus Gubernur
Terkini
Mega Proyek Laptop Gaib: Komisi IV DPRD Pesawaran Disorot Tajam, Taji Pengawasan Dinilai Tumpul!
Jumat, 17 Juli 2026 | 16:57 WIB Terisolasi di Perbukitan, Guru di Parigi Moutong Nekat Racik "MBG Mandiri" Demi Senyum Anak Didiknya
Jumat, 17 Juli 2026 | 16:57 WIB Akankah Ancha Menyusul? Misteri Laptop Libera Senilai Rp5 Miliar yang Siap Menyeret Kadis Pendidikan Pesawaran
Jumat, 17 Juli 2026 | 11:19 WIB Gebrakan Dari Nias: DPD HIMNI Sumut Kawal Langkah Berani Gubernur Berkantor di Pulau Impian!
Jumat, 17 Juli 2026 | 11:19 WIB Publik Tantang Bea Cukai Batam Serbu Gurita Rokok Ilegal dan Pelabuhan Jalur Tikus!
Jumat, 17 Juli 2026 | 11:18 WIB Kopdes Merah Putih Dibayangi Isu Pengadaan Kipas Angin Rp1,8 Triliun, Menkop Ferry Juliantono Mengaku Tak Tahu
Jumat, 17 Juli 2026 | 11:18 WIB Mediasi Buntu, Oknum Kades ABH Resmi Diseret ke Ranah Hukum atas Dugaan Penipuan Ratusan Juta!
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:09 WIB Ricuh di Aula Kantor Camat Sibolga Utara! Wartawan Diusir Saat Liputan, Warga dan Anggota DPRD Kompak Tinggalkan Ruangan
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:48 WIB Misteri Pelat Merah Siluman di Bekasi: Aset Pemkab Diduga Bocor, Pejabat BPKD Malah Angkat Tangan!
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:47 WIB Kucing-Kucingan di Pusaran Rokok Ilegal, Bea Cukai Sibolga Akhirnya "Buka Suara" Setelah Sempat Bungkam!
Kamis, 9 Juli 2026 | 13:23 WIB Berhenti Saling Tunggu! Akademisi Sumba Sentil Pemerintah: Urus Masyarakat Adat Butuh 'Orkestra', Bukan Tumpukan Aturan Baru
Kamis, 9 Juli 2026 | 13:22 WIB Dari Layar HP ke Jantung Hati: Kisah Vida, Perjuangan Lumpuh Sejak Remaja yang Mengguncang TikTok Lampung Selatan!
Minggu, 5 Juli 2026 | 21:41 WIB Bau Menyengat dan Serbuan Lalat: Jeritan Warga Kedondong di Tengah Bayang-Bayang Tanda Tangan Sang Kades
Minggu, 5 Juli 2026 | 20:11 WIB Kantor Lurah Sihitang Mangkrak, Jeratan Dugaan Proyek Fiktif Menyeret Nama Wali Kota
Sabtu, 4 Juli 2026 | 18:30 WIB Bea Cukai Sibolga Diduga "Tutup Mata" Soal Rokok Ilegal, Alasan Anggaran Terbatas Dinilai Menggelikan
Jumat, 3 Juli 2026 | 07:48 WIB Gawat..! Gagap Digital di Kursi Birokrasi, Sekda Pesawaran Lempar Bola Anggaran Internet Fantastis!
Kamis, 2 Juli 2026 | 21:21 WIB Misteri "Ruang Gelap" Anggaran Media Batam: Perwako Kabur, Kominfo Berlindung di Balik Dalih Rahasia Dinas
Kamis, 2 Juli 2026 | 17:08 WIB Ratusan Miliar Belanja "Di Atas Kertas", PAD Bocor Diduga Ada yang Dilindungi!
Kamis, 2 Juli 2026 | 16:48 WIB Skandal Digital Pesawaran: Rp6,8 Juta per Mbps, Anggaran Internet Kominfo Diduga Di-Markup Gila-gilaan!
Kamis, 2 Juli 2026 | 16:31 WIB
Artikel Terkait
Kobar Api Pancasila di Ujung Utara Medan: Imigrasi Belawan Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila
Sakralisasi Korupsi: Sertifikat WTP BPK Diduga Jadi Tameng Penjarahan Ratusan Miliar di Padangsidimpuan!
Siasat Huntap: Sandiwara Kolosal Menutupi Skandal Korupsi Ratusan Miliar Bantuan Presiden dan Gubernur di Padangsidimpuan
Dua Dekade Terpenjara Bau Busuk: Nestapa Warga Robok dan Bayang-Bayang Pidana Penguasa Pesawaran
Rumor Agustus 2026 Runtuh: Pintu Pendaftaran Parpol Tetap Terbuka, Partai PASTI Siap Menggebrak!