NAWACITAPOST.COM — Sebuah ironi kelam sedang menimpa para penjaga garda depan Bank Lampung. Sebanyak 22 Satuan Pengamanan (Satpam) kini luntang-lantung, terjebak dalam ketidakpastian nasib yang mencekam. Pasca-pergantian vendor jasa keamanan, mata pencaharian mereka mendadak diputus sepihak tanpa alasan yang jernih.
Lembaga Integrity Media Forum (IMF) langsung bergerak cepat, mencium adanya aroma tidak sedap dalam proses rekrutmen ini. Mereka mendesak manajemen Bank milik pemerintah daerah tersebut dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lampung untuk membongkar kotak pandora rekrutmen yang dinilai tidak transparan.
Angka yang Hilang: Efek Domino Pergantian Vendor
Prahara ini bermula ketika estafet kontrak jasa keamanan berpindah tangan dari kontraktor lama, PT Siger Perkasa, ke pemenang tender baru, PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS).
Dari total 205 satpam yang telah mengabdi dan diserahkan oleh PT Siger Perkasa, PT PKSS hanya menyerap 183 orang. 22 satpam sisanya? Dieliminasi begitu saja.
"Seluruh berkas sudah kami serahkan. Tiba-tiba tidak diterima tanpa diberi tahu alasannya," ungkap salah satu satpam, di kantor PT PKSS, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 65E, Rawa Laut, Enggal, Kota Bandar Lampung, Lampung, pada Selasa (2/6/2026).
Padahal, para pekerja ini telah menuruti semua regulasi, termasuk memotong urat nadi penghasilan lama mereka dengan mengundurkan diri dari PT Siger Perkasa demi melengkapi administrasi vendor baru. Kini, mereka terdampar di zona abu-abu.
Menabrak Logika: Pengumuman Mendahului Tenggat Waktu!
Bukan sekadar masalah eliminasi, investigasi dokumen internal menguak sebuah kejanggalan prosedural yang fatal.
-
Tenggat Akhir Pengumpulan Berkas: 5 Juni 2026.
-
Fakta Lapangan: Pengumuman hasil seleksi (lolos/tidak lolos) sudah diterbitkan sebelum tanggal tenggat waktu tersebut berakhir.
Bagaimana mungkin hasil akhir diputuskan sebelum semua berkas selesai dikumpulkan? Indikator gaib apa yang digunakan PT PKSS untuk langsung memvonis 22 satpam tersebut tidak memenuhi standar?
Anehnya lagi, PT Siger Perkasa selaku pihak yang paling paham rekam jejak, kedisiplinan, dan kinerja para satpam selama bertahun-tahun di Bank Lampung, sama sekali tidak dilibatkan atau dimintai data.
Baca Juga: Dua Dekade Terpenjara Bau Busuk: Nestapa Warga Robok dan Bayang-Bayang Pidana Penguasa Pesawaran
Meskipun manajemen PT PKSS berkilah dan mengklaim bahwa seluruh proses rekrutmen sudah "sesuai prosedur internal", publik terlanjur mencium bau anyir ketidakadilan.
Artikel Selanjutnya
Ke mana Mengalirnya Dana Hibah dan PIP Padangsidimpuan? KPK dan Kejagung Didesak Turun Tangan!
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Tags
Bank Lampung
IMF
Disnaker Lampung
PT Prima Karya Sarana Sejahtera
Indra Segalo Galo
Integrity Media Forum
Satpam Bank Lampung
Rekrutmen PT PKSS
PT Siger Perkasa
Nasib satpam dipecat
Transparansi rekrutmen BUMD
Kejanggalan vendor baru
Pemutusan sepihak satpam
Pelanggaran prosedur rekrutmen
Direksi Bank Lampung
Tata kelola BUMD
Artikel Terkait
Ke mana Mengalirnya Dana Hibah dan PIP Padangsidimpuan? KPK dan Kejagung Didesak Turun Tangan!
Kobar Api Pancasila di Ujung Utara Medan: Imigrasi Belawan Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila
Sakralisasi Korupsi: Sertifikat WTP BPK Diduga Jadi Tameng Penjarahan Ratusan Miliar di Padangsidimpuan!
Angka Siluman 1.133 KK Muncul Lagi, Sinyal Mega Korupsi Ratusan Miliar Rupiah di Padangsidimpuan!
Siasat Huntap: Sandiwara Kolosal Menutupi Skandal Korupsi Ratusan Miliar Bantuan Presiden dan Gubernur di Padangsidimpuan