IMF Angkat Bicara: "Ini Ujian Transparansi BUMD!"
Indra Segalo Galo Ketua Umum IMF, mengutuk keras aksi bungkam ini. Ia menegaskan bahwa sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang mengusung nama baik Lampung, transparansi adalah harga mati.
"Yang dibutuhkan bukan sekadar pembelaan, melainkan penjelasan terbuka dan objektif. Jangan sampai pekerja yang sudah mengabdi bertahun-tahun kehilangan mata pencaharian tanpa kejelasan," tegas Indra, melalui sambungan seluler, pada Rabu (3/6/2026).
IMF secara resmi menuntut tiga pilar utama untuk segera turun tangan membedah kasus ini:
-
Dewan Komisaris Bank Lampung
-
Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung
Aksi Bungkam di Balik Centang Biru
Hingga berita ini diturunkan, manajemen Bank Lampung memilih mengambil langkah seribu bahasa. Upaya konfirmasi yang dikirimkan via pesan singkat WhatsApp menunjukkan status aktif, namun tetap diabaikan tanpa balasan. PT PKSS pun masih setali tiga uang.
Baca Juga: Rumor Agustus 2026 Runtuh: Pintu Pendaftaran Parpol Tetap Terbuka, Partai PASTI Siap Menggebrak!
Dinding kebungkaman ini menyisakan tiga pertanyaan krusial yang menuntut jawaban:
-
Mengapa 22 satpam tersebut didepak secara sepihak?
-
Apa indikator penilaian objektif yang digunakan?
-
Apakah proses seleksi ini benar-benar bersih, atau ada permainan di bawah meja?
Di luar gedung bank yang megah, ada 22 keluarga yang kini menatap masa depan dengan cemas, menunggu keadilan berpihak pada keringat yang telah mereka kucurkan bertahun-tahun. Publik kini menonton: Apakah Bank Lampung benar-benar menerapkan Good Corporate Governance, atau justru membiarkan praktik ketenagakerjaan yang cacat moral ini melenggang bebas?(AMRULLOH)
Artikel Terkait
Ke mana Mengalirnya Dana Hibah dan PIP Padangsidimpuan? KPK dan Kejagung Didesak Turun Tangan!
Kobar Api Pancasila di Ujung Utara Medan: Imigrasi Belawan Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila
Sakralisasi Korupsi: Sertifikat WTP BPK Diduga Jadi Tameng Penjarahan Ratusan Miliar di Padangsidimpuan!
Angka Siluman 1.133 KK Muncul Lagi, Sinyal Mega Korupsi Ratusan Miliar Rupiah di Padangsidimpuan!
Siasat Huntap: Sandiwara Kolosal Menutupi Skandal Korupsi Ratusan Miliar Bantuan Presiden dan Gubernur di Padangsidimpuan