Kamis, 4 Juni 2026

Lapas Rantauprapat Gelar Pelatihan Pembuatan Roti, Bekali Warga Binaan Keterampilan Mandiri

Photo Author
Yustinus, Nawacita Post
- Kamis, 4 Juni 2026 | 17:54 WIB
WBP Lapas Rantauprapat Saat Pelatihan Pembuatan Roti (Bakery)
WBP Lapas Rantauprapat Saat Pelatihan Pembuatan Roti (Bakery)

NAWACITAPOST.COM - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Rantauprapat terus berkomitmen menciptakan terobosan dalam program pembinaan. Kali ini, di bawah naungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Lapas Rantauprapat resmi melaksanakan program pembinaan kemandirian berupa pelatihan pembuatan roti (bakery) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Sabtu, 30 Mei 2026.

Program ini digelar sebagai langkah konkret dalam memberikan bekal keahlian praktis (hard skill) serta membentuk mental kewirausahaan. Melalui pelatihan ini, para warga binaan diharapkan memiliki kesiapan yang matang untuk membuka peluang usaha atau menjadi tenaga kerja terampil saat kembali ke tengah masyarakat kelak.

Kepala Lapas Kelas IIA Rantauprapat, Khairul Bahri Siregar, menegaskan bahwa fungsi pemasyarakatan saat ini sangat berfokus pada pemberdayaan dan aspek kemanfaatan.

Baca Juga: Coffe Morning Dengan Wartawan, Kejari Rokan Hulu Berhasil Sita Aset dan Pulihkan Kerugian Negara Dari Korupsi Dana BOS SMA Negeri 1 Ujungbatu

"Kami ingin memastikan bahwa waktu yang dihabiskan warga binaan di dalam Lapas adalah waktu yang produktif. Pelatihan pembuatan roti ini bukan sekadar pengisi waktu luang, melainkan modal nyata agar mereka bisa mandiri, produktif, dan tidak mengulangi tindak pidana setelah bebas nanti," ujar Khairul Bahri Siregar.

Selama pelatihan, para peserta yang telah melalui proses seleksi dan asimilasi ini didampingi secara intensif. Mereka diajarkan seluruh tahapan produksi secara profesional, mulai dari pengenalan kualitas bahan baku, menjaga higienitas proses, teknik pengolahan adonan (mixing dan proofing), hingga manajemen pemanggangan (baking) yang presisi untuk menghasilkan tekstur dan rasa yang bersaing di pasaran.

Produk roti hasil karya warga binaan Lapas Rantauprapat ini diproyeksikan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan internal, melainkan juga berpotensi dikembangkan sebagai salah satu produk unggulan yang dapat diperkenalkan ke masyarakat luas.

Baca Juga: Upaya Hukum Masih Berjalan, Eksekusi Gudang Suri Mulia Margomulyo Tetap Jalan. Ada Apa di Balik Ini?

Melalui pembinaan yang konsisten, Lapas Rantauprapat membuktikan bahwa keterbatasan ruang jeruji besi bukanlah penghalang untuk melahirkan kreativitas dan kemandirian ekonomi yang berdampak positif.

(Humas Lapas Rantauprapat)

Editor: Yustinus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini