Jumat, 5 Juni 2026

Kecam Aksi Brutal di Grand Kemang, Roy Suryo Sebut Rusak Demokrasi  

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Senin, 30 September 2024 | 19:43 WIB
Pakar telematika Roy Suryo (X)
Pakar telematika Roy Suryo (X)

NAWACITAPOST.COM - Penyerangan yang terjadi pada acara silaturahmi Diaspora Indonesia dan diskusi Forum Tanah Air (FTA) di Grand Kemang Hotel, Jakarta, Sabtu, 28 September 2024, menyulut reaksi keras dari berbagai kalangan, termasuk pegiat demokrasi Roy Suryo.

Puluhan preman yang menyerbu acara tersebut dengan aksi kekerasan memicu kekhawatiran akan kondisi demokrasi di Indonesia. Dalam keterangannya yang diterima pada Minggu (29/9/2024), Roy Suryo mengungkapkan kekecewaannya terhadap insiden tersebut, yang menurutnya mencerminkan rusaknya demokrasi di Tanah Air.

“Ini benar-benar merusak demokrasi. Pembubaran yang dilakukan oleh kelompok brutal dan anarkis ini sangat memalukan, terutama karena dibiarkan begitu saja oleh aparat keamanan," ungkap Roy, dikutip Senin (30/9/2024).

Ia menilai ketidakberdayaan aparat kepolisian dalam menangani kasus ini semakin memperburuk citra demokrasi Indonesia. Preman-preman yang terlibat dalam kekacauan ini justru dilepaskan oleh pihak berwenang tanpa ada proses hukum yang jelas.

Baca Juga: Yasonna Laoly Dilantik sebagai Anggota DPR RI, Siap Berkontribusi untuk Sumut I

Roy Suryo menekankan bahwa acara yang digelar oleh Forum Tanah Air tersebut pada dasarnya adalah ruang diskusi yang bermanfaat, membahas isu-isu krusial terkait kondisi bangsa saat ini. Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh yang memiliki kapasitas mumpuni dalam memberikan pandangan tentang situasi terkini Indonesia.

“Diskusi itu sangat penting dan menarik. Kita membicarakan kondisi bangsa yang memang sedang menghadapi berbagai tantangan, namun tiba-tiba dibubarkan secara brutal oleh kelompok yang tidak menghargai demokrasi,” tutur Roy.

Menurutnya, tindakan para preman yang menyerang acara tersebut tidak menunjukkan keberanian, apalagi dengan fakta bahwa mereka menggunakan masker untuk menyembunyikan identitas. “Sangat pengecut, datang dengan menutup wajah mereka. Ini perilaku yang jauh dari sikap seorang yang berani,” sindirnya.

Roy Suryo juga mencurigai bahwa para pelaku penyerangan ini berasal dari kelompok Aliansi Cinta Tanah Air, yang sebelumnya melakukan aksi demonstrasi di depan gerbang Grand Kemang Hotel, tempat berlangsungnya acara FTA. Demonstrasi ini sempat dijaga oleh unsur Polsek Metro Mampang Prapatan, namun tak ada upaya serius dari aparat untuk mencegah kekacauan yang terjadi.

Baca Juga: Marinus Gea, Cetak Hattrick Terpilih Jadi Anggota DPR RI: Banteng di Perantauan, Apa Saja Kiatnya di Banten?

“Ini sangat buruk bagi iklim demokrasi di Indonesia. Pemerintah harus bertanggung jawab atas hal ini,” tegas Roy.

Ia juga menyerukan kepada para tokoh nasional yang hadir dalam acara tersebut untuk tidak gentar dalam mempertahankan nilai-nilai demokrasi. Roy mengajak seluruh pihak yang berjuang di Forum Tanah Air agar tetap teguh dalam menghadapi tantangan semacam ini.

“Jangan lelah untuk berjuang, demokrasi kita harus dijaga,” tambahnya.

Selain menyuarakan kritiknya terhadap peristiwa tersebut, Roy Suryo juga mengarahkan pesannya kepada Presiden terpilih, Prabowo Subianto. Ia meminta agar kasus-kasus kekerasan terhadap demokrasi seperti ini tidak dibiarkan terjadi lagi di masa pemerintahan mendatang.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini