NAWACITAPOST.COM - Dalam waktu singkat, Humanies Project berhasil menggalang dana sebesar Rp 185 juta dalam satu jam guna mendukung aksi demonstrasi bertajuk 'Demokrasi Dikebiri'.
Aksi massa ini digelar di Mahkamah Konstitusi (MK) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Kamis, 22 Agustus 2024. Penggalangan dana yang ditutup pada Rabu malam, 21 Agustus 2024, mencapai target dengan sangat cepat.
“Postingan kami hapus karena donasi sudah ditutup. Dalam waktu 1 jam, total donasi: Rp 185.940.308. Sampai jumpa besok di Senayan!” tulis Humanies Project di akun media sosial X.
Humanies Project, yang awalnya adalah fandom pendukung mantan calon presiden Anies Baswedan dengan gaya Kpopfication, telah tumbuh menjadi salah satu gerakan generasi muda paling aktif.
Baca Juga: Ikuti Putusan MK, PDIP Siap Usung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta
Gerakan ini didominasi oleh Gen-Z dan milenial yang dikenal kreatif dan inovatif dalam menggalang dukungan. Saat kampanye Pilpres 2024, mereka kerap mengumpulkan donasi dari pengikutnya untuk menyewa videotron, menyediakan food truck, hingga memproduksi merchandise tentang Anies.
Seruan untuk aksi demonstrasi ini juga berasal dari unggahan di media sosial Humanies Project. Respons dari pengikutnya sangat antusias, menunjukkan keinginan kuat untuk turut serta mengawal putusan Mahkamah Konstitusi.
Aksi demonstrasi besar-besaran pada 22 Agustus 2024 dipicu oleh langkah Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat (Baleg DPR) yang menganulir putusan MK tentang syarat usia calon kepala daerah, yang dinilai banyak pihak sebagai bentuk pelemahan demokrasi.
Selain Humanies Project, kelompok pendukung Anies lainnya dengan gaya serupa, Olppaemi Project, turut terlibat dalam penggalangan dana dan persiapan fasilitas untuk para demonstran. Meskipun nominal yang terkumpul dari Olppaemi Project tidak diumumkan, peran mereka dalam mendukung aksi ini signifikan.
Baca Juga: Krisis Air di Kampung Cibeas, Warga Harapkan Pembangunan Waduk Segera Terwujud
Olppaemi Project, yang sebelumnya juga dikenal lewat pemasangan videotron Anies Baswedan yang viral, ikut menyediakan fasilitas seperti posko logistik, medis, dan ambulans.
"Karena sudah mencapai target, kami menutup donasi. Terima kasih telah mendukung perjuangan keadilan reformasi. Salam Demokrasi," tulis Olppaemi Project dalam pernyataannya di media sosial.
Humanies dan Olppaemi Project bekerja sama untuk menyediakan berbagai fasilitas selama aksi berlangsung. Mereka berhasil menyiapkan enam ambulans dan empat posko logistik di beberapa titik strategis di sekitar lokasi aksi.
Ambulans ditempatkan di bawah flyover Gatsu, depan Senayan Park, persimpangan Slipi/Palmerah, dan dekat TVRI serta Hotel Mulia. Sementara itu, posko makanan dan minuman tersedia di Pulau Dua, persimpangan Senayan Park, dan TVRI.
Artikel Terkait
MK Ubah Aturan Pencalonan di Pilkada, Partai Politik Kini Bisa Usung Cagub Tanpa Kursi di DPRD
KIM Plus Ketar Ketir, Partai Non Kursi Bisa Majukan Calon Kepala Daerah Usai Putusan MK
Chico Hakim: Koreksi Putusan MK Itu Tidak Masuk Akal!
ILUNI FHUI Kecam Keras Langkah DPR Anulir Putusan MK soal Ambang Batas Pilkada
Ikuti Putusan MK, PDIP Siap Usung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta