Jumat, 3 Juli 2026

Kilas Balik Masa Kecil Sang Pejuang Buruh: Menghidupkan Spirit Marsinah dari Nganjuk untuk Indonesia

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Minggu, 17 Mei 2026 | 07:52 WIB
Foto Pahlawan Nasional Marsinah yang sempat didatangi Said Iqbal jauh sebelum diresmikannya Museum Pahlawan Nasional Marsinah dan Rumah Singgah  (Sakera Nawacita)
Foto Pahlawan Nasional Marsinah yang sempat didatangi Said Iqbal jauh sebelum diresmikannya Museum Pahlawan Nasional Marsinah dan Rumah Singgah (Sakera Nawacita)

NAWACITAPOST.COM — Deru mesin pabrik dan gemuruh aksi massa mungkin menjadi narasi yang melekat pada nama Besar Marsinah. Namun, jauh sebelum ia menjadi simbol perlawanan buruh tanah air, Marsinah adalah seorang anak perempuan sederhana yang tumbuh di tanah Nganjuk, Jawa Timur.

Sisi humanis dan personal inilah yang kembali menyeruak ke permukaan saat Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Kompleks Museum Pahlawan Nasional Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026).

Di tengah kekhidmatan acara tersebut, hadir Sudarmi, teman sebangku Marsinah semasa Sekolah Dasar (SD). Dengan mata yang berkaca-kaca menahan haru, Sudarmi membagikan serpihan memori masa lalu tentang sosok yang kini namanya dipahat emas dalam sejarah bangsa.

Baca Juga: Mengenal President University, Kampus Akreditasi Unggul Berstandar Internasional

Anaknya tuh rajin. Sekolah bareng, itu ya kalau sekolah kan rajin, anaknya ya seneng. Pulang sekolah, langsung bantu neneknya," kenang Sudarmi dengan dialek khasnya yang kental.

Bagi Sudarmi, peresmian museum ini oleh orang nomor satu di Indonesia bukan sekadar seremoni diplomatis, melainkan sebuah bentuk pengakuan tertinggi negara terhadap keringat, air mata, dan darah sahabat masa kecilnya.

Kompleks Edukasi dan Ruang Rawat Ingatan Kolektif

Museum Ibu Marsinah berdiri megah namun tetap bersahaja di atas lahan seluas 938,6 meter persegi. Arsitekturnya dirancang untuk membawa pengunjung melintasi lorong waktu, membelah dua era krusial dalam hidup Marsinah: Masa Kecil yang Bersahaja dan Era Perjuangan Buruh.

Kompleks Museum Pahlawan Nasional Marsinah

  1. Gedung Museum Utama: Artefak dan Lini Masa Perjuangan
  2. Rumah Singgah Solidaritas: Fasilitas Istirahat Peziarah Buruh

1. Gedung Museum: Romantisme Sepeda Onthel hingga Seragam Kerja

Di dalam gedung utama, pengunjung akan disuguhi berbagai artefak autentik yang menuturkan perjalanan hidup Marsinah secara kronologis, dari Nganjuk hingga masa-masa kritisnya di Sidoarjo:

Baca Juga: Pemkot Padangsidimpuan Diduga Rekayasa 1.133 Rumah Rusak Berat Demi Keruk Miliaran Dana Bantuan Presiden

  • Sepeda Onthel Tua: Saksi bisu yang dikayuh Marsinah kecil demi menuntut ilmu.
  • Dokumen Pribadi: Ijazah asli dan dompet usang yang menyimpan mimpi-mimpi besarnya.
  • Seragam Kerja Pabrik: Simbol keringat kelas pekerja dan determinasi perjuangan hak-hak buruh.
  • Piagam Penghargaan: Apresiasi kolektif dari berbagai organisasi buruh domestik dan internasional.

2. Rumah Singgah: Manifestasi Solidaritas Tanpa Batas

Bukan sekadar ruang pameran statis, kompleks ini mengintegrasikan fungsi sosial yang selaras dengan nilai mulia Marsinah. Sebuah Rumah Singgah dengan fasilitas:

  • 4 Kamar Tidur komunal yang nyaman
  • Dapur bersama
  • Ruang tamu interaktif

Fasilitas ini disediakan secara 100 persen gratis bagi para buruh dan aktivis dari seluruh penjuru negeri yang datang berziarah ke makam Marsinah, khususnya dalam momentum sakral Hari Buruh (May Day) setiap tanggal 1 Mei.

Baca Juga: Kampus Bagonjong Unggulan Sumatera Barat: Universitas Baiturrahmah Terus Cetak Generasi Unggul Bidang Kesehatan dan Bisnis

Dari Desa Nglundo untuk Dunia: Simbol Keadilan Sosial

Kehadiran Presiden Prabowo Subianto untuk menandatangani prasasti peresmian menegaskan bahwa isu kesejahteraan buruh dan keadilan sosial berada pada radar utama pemerintah. Momen ini juga disambut dengan doa tulus dari masyarakat lokal, termasuk Sudarmi.

Halaman:

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini