Jumat, 5 Juni 2026

Tabrak Prof! Mahfud MD Mundur dari Kabinet sebagai Protes atas Penyimpangan Kekuasaan

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Selasa, 23 Januari 2024 | 23:10 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD  (Istimewa)
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengumumkan niatnya untuk mundur dari Kabinet Indonesia Maju sebagai bentuk protes keras dan kritik moral.

Keputusan ini diungkapkan dalam sebuah acara interaktif "Tabrak Prof!" dihadiri oleh anak muda Semarang, Jawa Tengah.

Mahfud merespons pertanyaan seorang peserta yang menyoroti indikasi penyimpangan kekuasaan dan kurangnya netralitas negara dalam penyelenggaraan pemilu.

Baca Juga: Dukung Ganjar-Mahfud, Ratusan Advokat Jatim Bersatu dalam Tim Pembela Rakyat

Ganjar Pranowo, calon Presiden nomor urut 3, sebelumnya menyarankan Mahfud untuk mundur dari jabatan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM (Menko Polhukam) guna menjaga kejujuran dan keadilan pemilu serta menghindari konflik kepentingan.

Mahfud menegaskan, "Apa yang disampaikan Pak Ganjar ke publik sore ini adalah kesepakatan saya dan Pak Ganjar sejak awal bahwa saya pada saat yang tepat nanti pasti akan mengajukan pengunduran diri secara baik-baik."

Dalam penjelasannya, Mahfud memberikan contoh tentang pentingnya pejabat negara untuk tidak menyalahgunakan jabatan dan fasilitas negara untuk kepentingan kampanye.

Baca Juga: Ganjar-Mahfud Rebound, PDIP Surabaya sebut Kekuatan Gotong-Royong lahirkan Pemimpin Rakyat Sejati

Meskipun upaya percontohan tersebut tidak berhasil, Mahfud memastikan akan mengundurkan diri dengan memastikan masa transisi berlangsung lancar.

Mengenai rencananya, Mahfud menyampaikan, "Saya ingin memberi contoh, kalau saya ini menjadi cawapres yang masih merangkap, apakah saya menggunakan kedudukan untuk memanfaatkan fasilitas negara? Ini sudah tiga bulan saya lakukan, saya tidak pernah menggunakan fasilitas negara."

Ia juga menyoroti pihak lain yang terlihat menggunakan jabatan dan fasilitas negara untuk kepentingan politik, mengajak untuk tidak menyalahgunakan kekuasaan.

Baca Juga: Lawan Tekanan, Belasan Ribu Pensiunan TNI-Polri Bersatu Dukung Ganjar-Mahfud

Menutup pernyataannya, Mahfud menghormati Presiden Jokowi yang telah mengangkatnya empat setengah tahun lalu dengan ketulusan.

Ia menegaskan kesetiaannya untuk melanjutkan tugas bersama Ganjar Pranowo, dan mengajak rakyat untuk memilih pemimpin yang tidak menyalahgunakan kekuasaan.

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini