Jumat, 5 Juni 2026

Usai Kritik Jokowi, Siswi SMP di Jambi Dilaporkan ke Polisi. Kriminalisasi Anak?

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Jumat, 5 Januari 2024 | 16:39 WIB
Video anak SMP, SFA, berbuah pelaporan ke polisi usai kritik Presiden Joko Widodo (Nawi)
Video anak SMP, SFA, berbuah pelaporan ke polisi usai kritik Presiden Joko Widodo (Nawi)

NAWACITAPOST.COM - SFA, seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jambi, mendapati dirinya dalam masalah setelah mengunggah video kritik terhadap Presiden Joko Widodo terkait pencalonan Putra Sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, sebagai calon Wakil Presiden Pemilu 2024.

Video kritiknya viral di media sosial, terutama di Twitter. Dalam video yang berani itu, SFA menyuarakan kritik terhadap Jokowi terkait pencalonan Gibran sebagai calon wakil presiden dari kubu Prabowo Subianto.

Video ini menciptakan kontroversi dan mendapat perhatian luas dari netizen. Namun, keberaniannya berujung pada pelaporan ke polisi oleh sejumlah individu.

Baca Juga: Tim Seismologi ITB Pasang 22 Seismograf untuk Teliti Fenomena Gempa Sumedang

Keluarga SFA sangat terkejut dengan pelaporan tersebut, terutama mengingat SFA masih duduk di kelas menengah pertama.

Mereka menegaskan bahwa tindakan kritis anaknya adalah bentuk kebebasan berpendapat dan menyayangkan bahwa pelapor tidak memilih untuk memberi teguran melalui orang tua SFA.

Keluarga berharap kasus ini bisa diselesaikan dengan bijaksana tanpa merugikan masa depan pendidikan SFA.

Baca Juga: Bantuan BLT El Nino 2024: Jadwal, Link, dan Cara Cek Penerima

Kasus ini menciptakan debat tentang batas-batas kebebasan berpendapat di ruang publik, khususnya di kalangan pelajar.

Sejumlah pihak berpendapat perlunya melindungi hak berpendapat, sementara yang lain merasa kritik terhadap pemimpin negara sebaiknya diutarakan dengan lebih bijaksana.

Pendekatan pendidikan dan dialog dianggap sebagai alternatif yang lebih baik untuk menanggapi ekspresi berpendapat dari para pelajar.

Baca Juga: Pendaftaran Kartu Prakerja 2024 Kembali Dibuka, Berikut Syarat dan Cara Daftar

Sementara itu, masyarakat secara luas mempertanyakan tindakan melaporkan siswi SMP ke polisi atas kritiknya terhadap pemimpin negara.

Kasus ini menjadi perbincangan publik dan memicu pembicaraan tentang hak kebebasan berpendapat di kalangan pelajar.

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini