Jumat, 26 Juni 2026

Tim Seismologi ITB Pasang 22 Seismograf untuk Teliti Fenomena Gempa Sumedang

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Kamis, 4 Januari 2024 | 18:39 WIB
Dokumentasi Tim Seismologi ITB (Nawi)
Dokumentasi Tim Seismologi ITB (Nawi)

NAWACITAPOST.COM - Setelah serangkaian gempa melanda Kabupaten Sumedang akhir tahun lalu, Tim Seismologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) telah memasang 22 seismograf di sekitar area yang terdampak.

Pemasangan ini dilakukan pada Selasa-Rabu (2-3/1/2024) dengan tujuan mendalami dan meneliti fenomena gempa yang terjadi belakangan ini di Sumedang, Jawa Barat.

Tim ini terdiri dari Kelompok Keahlian Geofisika Global Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB dan Pusat Unggulan Ipteks (PUI) Sains dan Teknologi Kegempaan ITB. Diketuai oleh Prof. Dr.Sc. Ir. Andri Dian Nugraha, S.Si., M.Si., tim juga melibatkan Dr. Ir. Zulfakriza, S.Si., M.T., dua mahasiswa S3, dan dua mahasiswa S1 Program Studi Teknik Geofisika ITB.

Baca Juga: Hari ini, Gempa Berkekuatan 4,1 Magnitudo Guncang Serui

Gempa yang melanda Sumedang pada akhir tahun 2023 menyebabkan kerusakan pada beberapa bangunan dan rumah tinggal serta dirasakan di beberapa wilayah lain di Jawa Barat, termasuk Bandung, Subang, Garut, dan Cirebon.

Pusat gempa pertama terjadi pada pukul 14.35 WIB dengan kekuatan M 4,1 dan kedalaman 7 kilometer. Gempa kedua terjadi pada 15.38 WIB dengan kekuatan M 3,4 dan kedalaman 6 kilometer.

Sedangkan gempa ketiga, yang cukup besar, dengan kekuatan M 4,8 terjadi pada 20.34 WIB dengan pusat gempa di darat sekitar 2 kilometer arah Timur Laut Kabupaten Sumedang pada kedalaman 5 kilometer.

Baca Juga: Rangkasbitung Banten Diguncang Gempa magnitudo 3,4

Tim Seismologi ITB membawa 22 seismograf untuk merekam gempa susulan di Sumedang dan melakukan kajian ambient seismic noise tomography untuk mencitrakan profil struktur seismik bawah permukaan sebagai sumber kejadian gempa Sumedang.

"Tim Seismologi ITB membawa 22 unit seismograf dengan tujuan untuk merekam gempa susulan di Sumedang. Selain itu, tim juga akan melakukan kajian ambient seismic noise tomography untuk mencitrakan profil struktur seismik bawah permukaan yang menjadi sumber kejadian gempa Sumedang," ujar Prof. Andri dalam keterangan resminya.

Perekaman gempa susulan akan dilakukan selama 30 hari, dan data rekaman tersebut akan dianalisis untuk memahami fenomena kejadian gempa Sumedang.

Baca Juga: Update dampak Gempa Sumedang, RSUD Penuh hingga Retaknya Tol Cisumdawu

Tim Seismologi ITB juga melibatkan masyarakat setempat dengan melakukan kegiatan sosialisasi dan edukasi di lokasi pemasangan seismograf.

Hal serupa pernah dilakukan oleh tim pada gempa Lombok tahun 2018, gempa Ambon tahun 2019, dan gempa Cianjur pada 21 November 2022.

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini