Masih di area Katedral Jakarta, Paus juga menyempatkan diri mengunjungi Grha Pemuda, tempat bersejarah yang menjadi titik berkumpulnya para pemuda dari berbagai latar belakang sebelum Sumpah Pemuda 1928. Di sana, ia bertemu dengan kelompok pemuda dan difabel dalam kegiatan yang diinisiasi oleh Scholas Occurrentes, sebuah gerakan yang diciptakan Paus saat masih menjadi Uskup di Buenos Aires.
Baca Juga: Tabungan Haji Bank Mega Syariah Tumbuh 15 Persen, Gen Z dan Milenial Jadi Kontributor Utama
Pada Kamis, 5 September 2024, Paus Fransiskus melanjutkan kunjungannya ke Masjid Istiqlal. Masjid terbesar di Indonesia ini menjadi tempat pertemuan Paus dengan pemimpin lintas agama. Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut sarat akan makna dan simbol toleransi yang mendalam antarumat beragama di Indonesia.
Kunjungan ke Masjid Istiqlal dilanjutkan dengan peninjauan Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan masjid tersebut dengan Gereja Katedral. Terowongan ini dibangun sebagai simbol harmonisasi kehidupan beragama di Indonesia. Kehadiran Paus di tempat ini menjadi pernyataan kuat tentang pentingnya dialog dan toleransi antarumat.
6. Kantor Konferensi Waligereja Indonesia
Agenda berikutnya membawa Paus ke Kantor Konferensi Waligereja Indonesia. Di sana, ia bertemu dengan kelompok-kelompok penerima manfaat dari program-program sosial gereja, termasuk masyarakat yang terpinggirkan, kelompok miskin, penyandang disabilitas, dan mereka yang hidup dalam kesulitan. Pertemuan ini mencerminkan komitmen kemanusiaan Paus Fransiskus yang konsisten.
7. Gelora Bung Karno
Sebagai penutup dari kunjungannya di Indonesia, Paus Fransiskus memimpin misa akbar di Stadion Gelora Bung Karno pada Kamis sore, 5 September 2024. Misa dihadiri sekitar 86.000 umat dan undangan, yang ditempatkan di Stadion Utama dan Stadion Madya. Dalam momen penuh haru ini, Paus menyapa umat dengan kendaraan khusus buatan Pindad yang membawanya mengelilingi stadion.
Baca Juga: Paus Fransiskus Wafat, PGI: Dunia Kehilangan Sosok Ayah Rohani Lintas Iman
Setelah seluruh rangkaian kunjungan selesai, Paus Fransiskus melanjutkan perjalanan apostoliknya ke Papua Nugini. Kehadirannya di Indonesia telah meninggalkan jejak mendalam yang kini menjadi kenangan terakhir dalam lawatannya ke Asia sebelum wafat.
Artikel Terkait
Gubernur Banten Andra Soni: Program KB Tingkatkan Kualitas SDM
Sinergi TNI AL dan Pemkab Sidoarjo: Menguatkan Kolaborasi untuk Kemajuan Bersama
Hari Kartini, Ajeng Wira Wati Ajak Surabaya Jadi Kota Ramah Perempuan
Cek Daftarnya! BPJPH Temukan 9 Produk Yang Mengandung Babi, Ada Yang Sertifikat Halal
AS Kritik Kebijakan Qris dan GPN Indonesia, Ada Apa?